Kim Kardashian Terseret Kasus Penyelundupan Patung Kuno

Kim Kardashian Terseret Kasus Penyelundupan Patung Kuno
Kim Kardashian (AFP)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Nama Kim Kardashian terseret dalam kasus penyelundupan karya seni internasional berupa sebuah patung Romawi kuno yang diimpor ke California menggunakan nama selebritas itu.

Dikutip CNN Indonesia dari AFP, Rabu (5/5), jaksa penuntut Amerika Serikat pekan lalu meminta fragmen patung yang disita di pelabuhan Los Angeles pada 2016 untuk disita dan dikembalikan ke Italia.

Jaksa tersebut juga mengutip arkeolog Italia yang menemukan patung tersebut dan menyebut potongan itu telah "dijarah, diselundupkan, dan diekspor secara ilegal,"

Dokumen pengadilan mencantumkan nama penerima dan importir terdaftar sebagai "Kim Kardashian dan Noel Roberts Trust" di Woodland Hills, California.

Kemudian pada faktur tercantum "untuk penjualan patung terdakwa oleh Vervoordt kepada Noel Robert Tryst, tanggal 11 Maret, 2016".

Noel Roberts Trust adalah pihak yang terkait dengan pembelian dan penjualan real estat yang dilakukan oleh Kardashian dan mantan suaminya, Kanye West, di Amerika Serikat.

Sedangkan Axel Vervoordt adalah pedagang seni Belgia yang bertanggung jawab atas dekorasi rumah Kardashian di Los Angeles.

Namun juru bicara Kardashian pada Selasa (4/5) menepis laporan media yang mengaitkan bintang reality show tersebut dengan temuan patung itu. Mereka mengatakan kepada AFP bahwa laporan itu tidak berisi "informasi akurat".

Patung tersebut yang disebut sebagai "Fragmen Myron Samian Athena" diperkirakan berasal dari Kekaisaran Romawi awal hingga pertengahan, dan menggambarkan bagian bawah seseorang.

Arkeolog Italia yang mempelajari patung itu menyatakan karya seni itu sebagai "gaya klasik Peplophoros.. yang mewakili salinan dari patung Yunani asli".

Patung tersebut disita di Pelabuhan Los Angeles pada Mei 2016 sebagai bagian dari pengiriman paket yang lebih besar yaitu 5,5 ton senilai US$745 ribu.

Patung itu diduga menjadi "properti budaya yang dilindungi dari Italia" dan melanggar peraturan yang mensyaratkan dokumen lengkap atas impor barang arkeologi.