Kepung Taiwan, China Kerahkan 10 Jet Tempur dan Bomber

Kepung Taiwan, China Kerahkan 10 Jet Tempur dan Bomber
Jet Tempur China

JAKARTA, SENAYANPOST.com - China menggelar sejumlah latihan angkatan udara dan laut secara serentak di bagian barat dan timur Taiwan sejak awal pekan ini.

Militer China mengatakan armada kapal induk Liaoning dan beberapa kapal perang lainnya tengah melakukan latihan di sekeliling Taiwan.

"Ini merupakan latihan militer rutin yang digelar berdasarkan rencana kerja pelatihan tahunan untuk menguji keefektifan pelatihan pasukan bersenjata dan meningkatkan kemampuan mereka menjaga kedaulatan, kepentingan, keamanan dan pembangunan nasional," bunyi pernyataan militer China tersebut pada Senin pekan ini.

Setidaknya 10 pesawat tempur China, termasuk empat jet Shenyang J-16 bomber dan empat J-10, pesawat perang anti-kapal selam Y-8 dan pesawat peringatan dini KJ-500, memasuki zona pertahanan Taiwan.

Menurut pemimpin redaksi majalah China, Shipborne Weapons, Shi Hong, manuver China itu menunjukkan superioritas militer yang lebih unggul dari Taiwan.

"Latihan itu menunjukkan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat China mampu mengepung pulau Taiwan, mengisolasi pasukannya dan tidak membiarkan mereka lari kemana-mana dan tidak ada kesempatan untuk menang jika situasi seperti itu terjadi," kata Shi seperti dikutip CNN.

Selain untuk Taiwan, Shi menuturkan latihan militer China itu juga dilakukan untuk mengirim pesan tersirat bagi Amerika Serikat dan Jepang. Menurutnya, setiap intervensi militer AS dan Jepang kemungkinan datang dari wilayah timur, maka China melatih angkatan bersenjatanya di kawasan tersebut.

Namun, sejumlah analis pertahanan lain menganggap latihan militer awal pekan ini tidak menunjukkan kemampuan baru China.

"Sebuah kapal induk China yang beroperasi di timur Taiwan tidak terlalu berarti jika dioperasikan seperti itu karena bisa sangat rentan untuk beroperasi sejauh itu, di perairan dalam yang dipenuhi oleh kapal selam serang AS bertenaga nuklir dan di luar payung pertahanan udara China yang terintegrasi," kata peneliti senior Center for New American Security dan eks Kapten Angkatan Laut AS, Thomas Shugart.

Sementara itu, peneliti Sekola Studi Internasional S.Rajaratnam Singapura, Collin Koh, mengatakan manuver China tersebut dimaksudkan sebagai peringatan bagi warga Taiwan untuk tidak mengganggu kepentingan Negeri Tirai Bambu.

Namun, pergerakan militer China di timur Taiwan bukan hal baru dan kehadiran sejumlah pesawat tempur di zona pertahanan Taiwan menjadi hal lumrah. Sebagai contoh, sebanyak 20 pesawat tempur China menerobos zona pertahanan Taiwan sekitar akhir Maret lalu.

Selama 2020, Taiwan mengatakan pesawat-pesawat China menerobos wilayah pertahanannya sebanyak lebih dari 300 kali. Tak tinggal diam, Taiwan terus mengeluhkan peningkatan aktivitas militer China di dekat wilayah mereka dalam beberapa bulan terakhir.

Taiwan juga berencana menggelar simulasi perang selama delapan hari ke depan dengan bantuan komputer pada bulan ini. Simulasi ini membuka fase pertama latihan militer terbesar Taiwan tahun ini yang disebut Operasi Han Kuang.