Kemenkop UKM Pastikan 40,92 Persen Pedagang Eceran Paling Terdampak Pandemi

Kemenkop UKM Pastikan 40,92 Persen Pedagang Eceran Paling Terdampak Pandemi
UMKM

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Staf Khusus Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Bidang Hukum, Pengawasan Koperasi dan Pembiayaan Agus Santoso menyebutkan dampak dari pandemi covid pada perekonomian hampir dirasakan oleh seluruh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Penurunan aktivitas usaha sejak pandemi menyebabkan penurunan permintaan, ketersediaan bahan baku, dan menyebabkan kendala pada pemasaran. Faktor tersebut karena kebijakan pemerintah terkait pembatasan sosial.

"Perlambatan UMKM, tidak ada penjualan hingga 36,7 persen; penurunan pendapatan lebih dari 60 persen berjumlah 26 persen, penurunan pendapatan 31-60 persen berjumlah 15 persen, dan penurunan 10-30 persen berjumlah 14,2 persen," kata Agus dalam webinar Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Peningkatan Daya Tahan UMKM: Mampukah Melewati Krisis? yang diadakan Infobank Sabtu, (27/2/2021).

Agus menyebutkan penurunan aktivitas UMKM menyebabkan 40,92 persen pedagang besar maupun eceran terdampak. Penyedia akomodasi dan makanan minuman 26,86 persen dan industri pengolahan 14,25 persen.

"Adapun dampak yang dialami UMKM antara lain produksi terhambat 18,83 persen, penurunan penjualan 22,9 persen, akses permodalan 19,39 persen, distribusi terhambat 20,01 persen, dan kesulitan bahan baku 18,87 persen," ujarnya.

Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan hampir 90 persen pelaku UMKM membutuhkan pembiayaan agar dapat memulai usahanya kembali, 91 persen UMKM membutuhkan pinjaman tanpa bunga atau agunan. Serta 89,5 persen UMKM membutuhkan bantuan tunai langsung atau hibah.

"Mudah-mudahan tahun ini (2021) akan ada lagi kebijakan fiskal yang mampu meningkatkan usaha mikro," pungkasnya.