Jokowi Pastikan Vaksinasi Covid-19 untuk Masyarakat Dimulai Pertengahan Februari

Jokowi Pastikan Vaksinasi Covid-19 untuk Masyarakat Dimulai Pertengahan Februari
Presiden Joko Widodo (Jokowi)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat akan dimulai pada pertengahan Februari. Ini prioritas. Kemudian berikutnya TNI, Polri dan pelayan publik serta masyarakat," kata Jokowi usai vaksinasi dosis kedua di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/1/2021).

"Saya kira Februari, nanti berbarengan, pertengahan bisa masuk ke sana," lanjutnya.

Dikutip dari Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), vaksinasi Covid-19 digelar dalam empat tahap.

Tahap pertama, vaksinasi tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan. Total sasarannya mencapai 1,3 juta orang.

Tahap kedua, 17,4 juta vaksin untuk petugas publik dan 21,5 juta untuk lansia. Tahap ketiga, masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi berjumlah 63,9 juta.

Tahap keempat, masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster sesuai ketersediaan vaksin, dengan target 77,4 juta orang. Untuk tahapan waktunya, penyuntikan kelompok satu dan dua ditargetkan pada Januari-April 2021. Kemudian Kelompok ketiga dan keempat dijadwalkan April 2021-Maret 2022.

Aturan yang diteken Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Budi Hidayat pada Sabtu (2/1) lalu itu juga menyebut, pelaksanaan tahapan itu mempertimbangkan ketersediaan, waktu kedatangan, dan profil keamanan vaksin.

Adapun vaksin yang bakal disuntikkan merupakan vaksin Sinovac yang telah didatangkan dalam dua kali pengiriman, pertama pada 6 Desember 2020 sebanyak 1,2 juta dosis, dan pada 31 Desember 2020 sebanyak 1,8 juta dosis.

Dalam hal ini, pemerintah akan membagikan dua dosis vaksin per orang dengan jarak 14 hari untuk membentuk kekebalan tubuh dari Covid-19.