Istri Anggota ISIS Mogok Makan Demi Bisa Pulang ke Prancis

Istri Anggota ISIS Mogok Makan Demi Bisa Pulang ke Prancis
Perempuan dan anak-anak di Suriah (AFP)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Sepuluh perempuan warga Prancis di Suriah mogok makan demi bisa kembali ke negaranya. 

Para perempuan ini merupakan istri anggota kelompok teroris Islamic State (ISIS). Mereka saat ini berada di penjara di Suriah.

Kuasa hukum mereka mengatakan, kliennya sudah menunggu selama dua tahun lebih untuk bisa dipulangkan. Mereka disebut sudah menerima ganjaran atas perbuatannya.

"Setelah bertahun-tahun menunggu dan tidak ada kejelasan terkait proses persidangan, mereka merasa tidak punya pilihan selain mogok makan," demikian isi pernyataan advokat para perempuan itu, dikutip Medcom dari Middle East Monitor, Kamis (25/2/2021).

Pengacara mereka juga meminta agar kliennya dihukum di Prancis saja.

Sebuah rekaman suara berisi pernyataan para perempuan itu dikirim kepada keluarga mereka di Prancis. Dalam rekaman tersebut, mereka mengatakan tidak tahan melihat anak-anaknya menderita.

Tercatat 80 perempuan pengikut ISIS dan total 200 anaknya ditahan di sejumlah kamp di Suriah. 

Komite Palang Merah Dunia di Suriah menyatakan anak-anak para pengikut ISIS itu mengidap kekurangan nutrisi dan penyakit pernapasan selama musim dingin kali ini.

Komite PBB untuk Perlindungan Hak Anak juga memperingatkan bahwa anak-anak para pengikut ISIS itu terancam karena tinggal di kamp yang tidak memiliki sanitasi memadai dan kekurangan makan.

Namun, pemerintah Prancis menerapkan persyaratan ketat untuk memulangkan sejumlah penduduk yang jadi pengikut ISIS.