Investor Pelototi Obligasi Pemerintah AS, Rupiah Melemah di Rp14.025

Investor Pelototi Obligasi Pemerintah AS, Rupiah Melemah di Rp14.025

JAKARTA, SENAYANPOST.com  - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (26/2/2021) pagi bergerak melemah tujuh poin.

Rupiah ditransaksikan di level Rp14.025 per dolar AS dibandingkan sebelumnya di posisi Rp14.018 per dolar AS.

Depresiasi rupiah di pasar spot sudah bisa ditebak. Soalnya mata uang Tanah Air sudah terlebih dulu jatuh di pasar Non-Deliverable Forwards.

Kini semua perhatian investor tertuju ke obligasi pemerintah AS. Setelah sempat terkoreksi, yield obligasi pemerintah AS naik lagi. 

Pada pukul 07:15 WIB, yield US Treasury Bonds tenor 10 tahun berada di 1,539%, tertinggi sejak 19 Februari 2020.

"Yield sangat menentukan. Di kisaran 1,5%, yield obligasi bisa kompetitif dibandingkan dividend yield di pasar saham. Ingat, tidak ada risiko di obligasi, uang Anda kembali 100%," kata Peter Tuz, Presiden Chase Investment Counsel yang berbasis di Virginia (AS), seperti dikutip dari Reuters. (Jo)