Ini Kekayaan Suami Nikita Willy di Blue Bird

Ini Kekayaan Suami Nikita Willy di Blue Bird
Nikita Willy dan Indra Priawan

JAKARTA, SENAYANPOST.com  - Setelah prosesi lamaran pada 30 Juni 2020, akhirnya aktris Nikita Willy resmi menikah dengan Indra Priawan Djokosoetono pada Jumat (16/10/2020) dengan adat Padang, Sumatra Barat.

Siapa sebenarnya Indra Priawan yang telah mengikat hati Nikita Willy selama 3 tahun sebelum mereka akhirnya menikah?

Indra dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses sekaligus keluarga yang memiliki perusahaan taksi terbesar di Indonesia, PT Blue Bird Tbk. (BIRD).

Indra adalah anak dari Chandra Suharto Djokosoetono, generasi kedua pemilik Blue Bird Group. Dari pantauan di sosial media miliknya, ia kerap terlihat mewakili keluarganya di berbagai acara perusahaan. Selain itu, Indra juga tercatat sebagai pemegang saham di Blue Bird Group.

Per 30 September 2020, Indra Priawan memiliki 5,8 persen atau 145.744.700 saham Blue Bird. Adapun, pada penutupan perdagangan Jumat (16/10/2020), saham BIRD berada di level Rp900.

Sepekan terakhir, saham Blue Bird naik 4,65 persen. Namun, sepanjang tahun berjalan, saham BIRD anjlok 63,86 persen.

Dengan perhitungan saham Blue Bird terakhir di level Rp900, maka kepemilikan Indra Priawan, suami Nikita Willy, di perusahaan tersebut sekitar Rp131,17 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2020, Blue Bird mengantongi pendapatan Rp1,15 triliun per 30 Juni 2020. Realisasi itu turun 39,87 persen dari Rp1,91 trliun pada semester I/2019.

Penurunan pendapatan itu sejalan dengan tergerusnya pendapatan dari segmen bisnis taksi perseroan. Nilai yang dikantongi turun 43,00 persen dari Rp1,51 triliun pada 30 Juni 2019 menjadi Rp864,76 miliar per akhir Semester I/2020.

Bisnis non taksi perseroan juga mengalami penurunan. Pendapatan dari lini itu tergerus 27,73 persen menjadi Rp289,45 miliar per akhir semester I/2020.

BIRD membukukan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp93,67 miliar pada semester I/2020. Pencapaian itu berbanding terbalik dari laba bersih Rp158,45 miliar periode yang sama tahun lalu. (Jo)