Indonesia Miliki Kondisi Seismik Aktif, BMKG: Gempa Yunani dan Turki Jadi Pelajaran Penting

Indonesia Miliki Kondisi Seismik Aktif, BMKG: Gempa Yunani dan Turki Jadi Pelajaran Penting
Sebuah bangunan di Kota Izmir runtuh akibat gempa bermagnitudo 7,0 yang mengguncang Yunani (foto inews.id)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Dengan memiliki kondisi seismik aktif yang bisa memicu potensi tsunami, Gempa di Turki dan Yunani dinilai menjadi pelajaran penting bagi Indonesia. Gempa di kedua negara tersebut dipicu oleh aktvitas sesar sisam di Laut Aegea.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono mengatakan, wilayah Laut Aegea secara histori merupakan kawasan rawan gempa dan tsunami dengan peristiwa tsunami terakhir merusak di Bodrum, Turki akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,6 pada 2017.

“Gempa Turki-Yunani ini menjadi pelajaran penting bagi kita di Indonesia dengan kondisi seismik aktif, memiliki banyak jalur sesar aktif dasar laut,” ujar Daryono di Jakarta, Sabtu (31/10/2020).

Dia menyampaikan, kewaspadaan terhadap gempa dan tsunami perlu memperkuat mitigasi struktural dan non struktural. "Kewaspadaan terhadap gempa dan tsunami perlu terus ditingkatkan," ucapnya.

Diketahui, gempa yang berpusat di Laut Aegea pukul 13.51 waktu setempat itu terasa hingga ke Ibukota Yunani, Athena dan Istanbul di Turki.

Gempa menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan rumah serta bangunan bertingkat di wilayah Izmir Turki. Episenter gempa terletak di Laut Aegea, tepatnya berada pada jarak 17 kilometer dari pesisir barat Turki dengan mekanisme sumber gempa berupa patahan/sesar dengan mekanisme pergerakan turun (normal fault).