Human Trafficking, Bupati: Korban Biasanya Gadis Cantik dan Menarik, tapi Tak Punya HP Bagus

Human Trafficking, Bupati: Korban Biasanya Gadis Cantik dan Menarik, tapi Tak Punya HP Bagus

BANDUNG, SENAYANPOST.com – Bupati Bandung Dadang M. Naser menyesalkan terjadinya kasus human trafficking yang dialami 12 orang warga Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, di Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur.

Menurut Dadang, kebanyakan para korbannya tergiur tawaran kerja dengan gaji tinggi, namun pada akhirnya di antaranya hanya dipekerjakan sebagai wanita penghibur.

“Sebenarnya ini semua bisa dihindari jika masyarakat mewaspadai setiap tawaran kerja yang tidak jelas dan tidak masuk akal,” kata Dadang, di Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (29/7/2019).

Dengan jumlah penduduk Kabupaten Bandung yang mencapai 3,7 juta jiwa, lanjut Dadang, bukan tidak mungkin masih ada di antaranya yang mudah tergoda dengan modus tawaran-tawaran kerja berpenghasilan tinggi.

“Kondisi masyarakat yang hedonisme, ingin cepat kaya, ditawari kerja ternyata ditipu. Kasus ini selalu ada setiap tahun,” ujar Dadang.

Meski demikian, pihaknya terus berupaya agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Biasanya, kata Dadang, para pelaku kasus human trafficking biasanya sudah menandai korbannya terlebih dahulu.

“Kami dari pemerintah daerah terus meminimalisir dengan sosialisasi ke seluruh masyarakat melalui pendidikan. Hati-hati, biasanya gadis cantik dan berpenambilan menarik, tidak memiliki handphone bagus akan ditandai dan dirayu (oleh pelaku),” katanya.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan Polres Situbondo melalui Dinas Sosial Kabupaten Bandung bekerja sama dengan Polres Bandung agar para korbannya bisa ditangani.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu mengimbau kepada warga Kabupaten Bandung, terutama para perempuan usia remaja yang mendapat tawaran kerja tidak jelas dari pihak-pihak tertentu, untuk lebih waspada dan tidak mudah tergiur.

Sebelumnya diberitakan, Polres Situbondo mengamankan 12 orang gadis belia warga Bandung dari sejumlah wisma eks lokalisasi Gunung Sampan di Desa Kotakan, Kab. Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Dari 12 orang tersebut, 10 di antaranya merupakan warga Kabupaten Bandung dan 2 lagi warga Kota Bandung. (JS)