Heboh, Keluarga Will Smith Tunjukkan Penguapan Vagina di Acara Talk Show

Heboh, Keluarga Will Smith Tunjukkan Penguapan Vagina di Acara Talk Show
Will Smith

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Putri aktor asal AS Will Smith, Willow Smith, belum lama ini menjadi perbincangan publik. Ia beserta ibunya, Jada Pinkett Smith, dan neneknya, Adrienne Bandield-Norris, menunjukkan proses penguapan alat kelamin di acara talk show mereka, Red Table Talk.

Mengutip Pink News, dalam episode tersebut ketiganya ingin membahas mengenai kesehatan vagina dan rahim. Karena itulah, mereka pun mempraktikkan perawatan penguapan vagina.

Saat mempraktikkan perawatan tersebut, tiga generasi itu menggunakan jubah ungu dan duduk di atas baskom khusus yang berisi air panas serta ramuan herbal. Setelah itu, Jada pun bertanya kepada sang anak, bagaimana rasa dan sensasi yang didapat saat melakukan penguapan vagina.

“Sangat merasa hangat,” jawab Willow Smith.

“Ya, ini merupakan pembersihan fisik, spiritual, dan emosional,” balas sang nenek.

Lebih lanjut, Jada kemudian mengatakan asal-usul praktik dari penguapan vagina tersebut. Ia menyebut bahwa penguapan vagina merupakan sebuah praktik kuno yang berasal dari Asia dan Afrika dan awalnya digunakan untuk membersihkan diri setelah selesai menstruasi.

“Saya pernah membaca di suatu tempat bahwa penguapan vagina seperti afrodisiak atau hal yang bisa meningkatkan gairah seksual. Mereka mengatakan ada banyak manfaat kesehatan, tapi bagiku, aku hanya ingin menghabiskan waktu dengan vagina seperti menunjukkan penghargaan dan perhatian,” ungkap Jada.

Setelah itu, mereka pun mendiskusikan perlunya para perempuan untuk menghabiskan lebih banyak waktu untuk terkoneksi dengan tubuh mereka. Salah satunya adalah dengan melakukan penguapan vagina tersebut.

Sontak, terapi penguapan vagina yang dilakukan Willow Smith bersama ibu dan neneknya itu menjadi heboh dan menuai kontroversi. Beberapa dokter kandungan mengungkapkan bahwa melakukan terapi penguapan alat kelamin itu berbahaya.

Meski terapi ini sudah dilakukan sejak zaman dahulu kala, namun menurut seorang obgyn asal AS, Sherry Ann Ross, M.D, terapi ini sangat tidak direkomendasikan untuk dilakukan.

“Perempuan di peradaban Maya dan tabib tradisional telah melakukan penguapan vagina selama berabad-abad. Ini pada dasarnya bertujuan untuk membersihkan folikel rambut, membuka kelenjar keringat seperti yang kamu lakukan di wajah,” kata dr. Sherry, seperti dikutip dari Yahoo Life.

Di Indonesia sendiri, penguapan organ intim itu sering disebut dengan istilah ratus. Meski memiliki tujuan untuk merawat bagian intim, namun menurut Sherry hal itu tidak diperlukan. Sebab, vagina adalah organ intim yang bisa membersihkan dirinya sendiri.

“Vagina ada di dalam dan kita sebaiknya tidak mengganggu area sensitif itu karena semua bakteri baik yang ada di dalamnya bisa menjaga kebersihan lingkungan tersebut. Ini adalah cara vagina melakukan mekanisme pembersihan sendiri. Melakukan praktik penguapan justru bisa mengganggu keseimbangan pH di vagina,” jelas dr. Sherry.