Gibran Kembalikan Pungli Rp11,5 Juta kepada Ratusan Pedagang di Gajahan

Gibran Kembalikan Pungli Rp11,5 Juta kepada Ratusan Pedagang di Gajahan
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming berkeliling mendatangi warga untuk mengembalikan uang pungli bermodus zakat dalam edaran yang telah diteken Lurah Gajahan. (ANTARA)

SOLO, SENAYANPOST.com - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengembalikan uang pungutan liar (pungli) berkedok zakat fitrah. 

Uang senilai Rp11,5 juta itu dibagikan kepada 145 toko yang menjadi korban pungli dari petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Jumat (30/4) lalu.

Pengembalian hasil pungli dilaksanakan di deretan toko di Barat Pasar Klewer. 

Gibran didampingi Camat Pasar Kliwon mengunjungi beberapa toko untuk mengembalikan uang yang pernah diminta petugas linmas.

"Besok lagi jangan mau. Meskipun itu ada tanda tangan dan cap dari Kelurahan, jangan dikasih," ujar Gibran kepada karyawan toko, Minggu (5/2/2021).

Ia juga menyampaikan bahwa aparat pemerintah tidak boleh meminta zakat fitrah maupun Tunjangan Hari Raya (THR) kepada warga. Fungsi tersebut hanya boleh dijalankan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

"Yang boleh meminta zakat dan sedekah cuma Baznas," katanya dilansir CNN Indonesia.

Kasus pungli di Kelurahan Gajahan ini diharapkan menjadi pemantik bagi warga kelurahan lain.Gibran juga mengimbau agar masyarakat tak segan-segan melapor jika dimintai uang di luar pungutan resmi dari pemerintah.

"Ini mau saya cek lagi. Kalau sudah ada seperti ini biasanya kelurahan lain akan bicara. Lurah-lurah dan camat-camat jangan harap punya mindset seperti ini," katanya.

Salah satu karyawan toko yang didatangi Gibran, Nining Nur Oktavia (25) mengatakan praktik pungutan zakat fitrah kepada pengusaha di Kelurahan Gajahan sudah lama berlangsung. 

Modusnya sama, pengusaha dan pemilik toko di Kelurahan Gajahan diminta memberi uang secara sukarela sebagai THR lebaran petugas linmas.

"Saya kerja di sini sudah 4-5 tahun. Setiap tahun pasti ada," katanya.

Biasanya, lanjutnya, toko tempatnya bekerja memberi uang Rp100-150 ribu untuk zakat fitrah yang diminta petugas linmas. Namun tahun tahun ini tokonya hanya memberi Rp50 ribu.

"Gara-gara corona, tokonya sepi. Jadi cuma ngasih sedikit," katanya.

Ia juga mengapresiasi ketegasan Gibran yang mengembalikan uang hasil pungli kepada warga. Ia sendiri mengaku tidak tahu bahwa THR untuk linmas termasuk pungutan liar.

"Orang awam kan tidak tahu. Sekarang jadi paham kalau itu pungli. Bagus kalau diperketat," katanya.