Geng Haiti Ancam Bunuh Para Misionaris Kristen asal AS Jika Tuntutan Tak Dipenuhi

Geng Haiti Ancam Bunuh Para Misionaris Kristen asal AS Jika Tuntutan Tak Dipenuhi
Pasukan bersenjata mengamankan area di mana Perdana Menteri Haiti Ariel Henry meletakkan karangan bunga di depan peringatan pahlawan kemerdekaan Jean Jacques Dessalines di Port-au-Prince, Haiti, Minggu, 17 Oktober 2021.(AP PHOTO/JOSEPH ODELYN)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Ancaman disampaikan bos geng kriminal yang menculik sekelompok misionaris Kristen asal Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Lewat video yang diunggah di YouTube, Kamis (21/10/2021), dia menyatakan tak akan segan-segan membunuh para sandera jika tuntutannya tak dipenuhi. 

Pria yang berbicara dalam video itu tampak mengenakan setelan berwarna ungu. 

Di Haiti, dia dikenali dengan alias Lamo Sanjou, pemimpin geng 400 Mawozo. 

Pihak berwenang di negara itu sebelumnya memang telah menduga geng tersebut berada di balik penculikan para misionaris AS pada akhir pekan lalu.

“Jika saya tidak juga menemukan apa yang saya butuhkan, orang-orang Amerika (para sandera) ini, saya lebih baik membunuh mereka semua, dan saya akan menodongkan senjata besar di kepala mereka masing-masing,” kata pria dalam video itu. 

Reuters seperti dikutip iNews, tidak dapat secara independen mengonfirmasi kebenaran video atau kapan rekaman audio visual itu dibuat. 

Departemen Luar Negeri AS juga belum menanggapi permintaan untuk mengomentari keaslian video tersebut.

Sebanyak 16 orang Amerika dan satu orang Kanada (termasuk lima anak-anak) diculik oleh geng kriminal Haiti pekan lalu. 

Pada saat kejadian, mereka  sedang dalam perjalanan yang diselenggarakan oleh Christian Aid Ministries yang berbasis di Ohio.  

Namun, dalam video ancaman yang diunggah di YouTube pada Kamis itu, para misionaris  yang diculik itu sama sekali tak terlihat. 

Menteri Kehakiman Haiti, Liszt Prettyl mengatakan, para penculik menuntut tebusan 1 juta dolar AS per orang untuk pembebasan para misionaris itu.