Fenomena Langit Pekan Ini Bulan Perbani-Penampakan Merkurius

Fenomena Langit Pekan Ini Bulan Perbani-Penampakan Merkurius
Ilustrasi | ANT

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pusat Riset Sains Antariksa (Pussainsa-LAPAN) mencatat aka nada empat fenomena langit yang terjadi selama pekan ini mulai 11-17 Oktober 2021. Sederet fenomena langit ini dapat disaksiksikan di langit Indonesia.

Dikutip dari akun Instagram resmi LAPAN, berikut keempat fenomena langit yang kan terjadi di pekan ini:

Fase Bulan Perbani Awal (13 Oktober)
Puncak fase bulan perbani awal akan terjadi pada 13 Oktober tepatnya pukul 10.25 WIB/ 11.25 WITA/12.25 WIT. Fenomena ini dapat disaksikan dengan mata telanjang.

Fase bulan perbani awal sendiri merupakan salah satu fase Bulan ketika konfigurasi antara Matahari, Bumi dan Bulan membentuk sudut siku-siku (90 derajat) dan terjadi sebelum fase Bulan purnama.

Peneliti Pussainsa-LAPAN, Andi Pangerang, mengatakan bahwa Bulan perbani awal ini sudah dapat disaksikan ketika terbit saat tengah hari dari arah Timur-Tenggara, berkulminasi di arah Selatan ketika terbenam matahari dan kemudian terbenam di arah Barat-Barat Daya setelah tengah malam.

"Bulan berjarak 370.469 kilometer dari Bumi ketika puncak fase perbani awal dan berada di sekitar konstelasi Sagitarius," kata Andi seperti dikutip dari situs resmi LAPAN beberapa waktu lalu.

Konjungsi Tripel Bulan-Jupiter-Saturnus (13-16 Oktober)
Andi mengatakan bahwa fenomena ini akan berlangsung selama 13 sampai dengan 16 Oktober mendatang dan dapat disaksikan sejak 20 menit setelah terbenam Matahari dari arah Timur-tenggara hingga pukul 00.45 waktu setempat dari arah Barat-Barat Daya.

"Magnitudo Jupiter bervariasi antara-2,62 hingga -2,60 sedangkan magnitude Sturnus bervariasi antara +0,55 hingga +0,57. Bulan berfase Benjol Awal dan Bulan Besar dengan iluminasi 53,7 persen hingga 84,7 persen," kata Andi.

Mulanya, Bulan berada di konstelasi Sagitarius, kemudian keesokan harinya, Bulan berada di konstelasi Kaprikornus bersamaan dengan Jupiter dan Saturnus selama dua hari berturut turut.

"Bulan berkonjungsi dengan Saturnus terlebih dahulu sebelum berkonjungsi dengan Jupiter pada keesokan harinya. Kemudian, Bulan berpindah menuju konstelasi Akuarius meninggalkan Jupiter dan Saturnus yang masih berada di Kaprikornus," imbuh Andi.

Konjungsi Venus-Antares (16 Oktober)
Fenomena ini dapat disaksikan dengan mata telanjang, bintang ini berkonjungsi dengan Venus dan puncaknya akan terjadi pada 16 Oktober pukul 20.24 WIB/21.24 WITA/ 22.24 WIT dengan sudut pisah 1,4 derajat.

Menurut Andi, Antares sendiri merupakan bintang utama di konstelasi Skorpius. Fenomena ini sudah dapat disaksikan sejak 20 menit setelah terbenam matahari.

Penampakan Pertama Merkurius Ketika Fajar (17 Oktober)
Setelah Merkurius mengalami ketampakan terakhir ketika senja dan konjungsi inferior, merkurius teramati kembali ketika fajar sejak 17 Oktober.

"Merkurius dapat disaksikan saat awal fajar bahari dari arah timur selama 20 menit dan terletak dekat konstelasi Virgo. Magnitudo Merkurius sebesar +1,16 dan Merkurius berjarak 46.460.000 kilometer dari Matahari," kata Andi.