Facebook Selidiki Skandal Manipulasi Data

Facebook Selidiki Skandal Manipulasi Data

WASHINGTON, SENAYANPOST.com -Facebook pada Minggu (18/3/2018) waktu setempat menyatakan sedang mengadakan “tinjauan komprehensif internal dan eksternal” mengenai data pengguna mereka yang disalahgunakan untuk keperluan politis.

Paul Grewal, perwakilan dari Facebook, dalam keterangan yang dikutip Reuters, menyatakan perusahaan tersebut berkomitmen “menegakkan kebijakan untuk melindungi informasi orang”.

Antara, Senin (19/3/2018) mewartawan, facebook sedang mendalami apakah data pribadi 50 juta pengguna yang disalahgunakan tersebut masih ada, sekaligus akurasi dugaan bahwa seorang peneliti memberikan data pengguna kepada Cambridge Analytica mulai 2014

Sebelumnya, laporan investigasi yang dimuat The New York Times dari Amerika Serikat dan The Observer di Inggris Raya menunjukkan terdapat 50 juta data pengguna platform media sosial tersebut diberikan ke perusahaan analisis dari AS, Cambridge Analytica.

Perusahaan analisis data Amerika yang tidak ada kaitannya dengan universitas terkenal di Inggris yang bernama Universitas Cambridge itu dikenal berperan dalam tim kampanye Donald Trump karena menyediakan data kompleks mengenai pandangan para pemilih Amerika.

Baca Juga

Tuduhan terhadap perusahaan ini berpusat kepada seorang profesor Universitas Cambridge, Aleksandr Kogan, yang merancang aplikasi penguji personalitas Facebook yang dinamai dengan thisisyourdigitallife.

Aplikasi ini adalah milik perusahaan swasta yang tidak ada kaitannya dengan universitas tempat sang profesor mengajar.

Aplikasi yang diciptakan pada November 2013 untuk platform Facebook itu meminta izin kepada para pengguna FB untuk mengakses informasi mengenai profil mereka, dan juga temah-temannya.

Diduga Kogan kemudian menjual data itu kepada Cambridge Analytica sehingga melanggar kebijakan Facebook. (JS)