Dituding Plagiat, Gojek dan Tokopedia Digugat Rp2 Triliun

Dituding Plagiat, Gojek dan Tokopedia Digugat Rp2 Triliun
GoTo

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Akibat menggunakan merek GoTo, Gojek dan Tokopedia digugat hingga Rp2 triliun. Sebab GoTo yang merupakan perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia tersebut digugat karena dianggap melanggar hak atas merek GOTO.

Gugatan itu dilayangkan kepada PT Aplikasi Karya Anak Bangsa dan PT Tokopedia oleh PT Terbit Financial Technology dengan kuasa hukum Mochammad Fatoni, S.H. 

Didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, gugatan dengan nomor perkara 71/Pdt.Sus-HKI/Merek/2021/PN Niaga Jkt.Pst ini mengajukan petitum agar pengadilan mengabulkan seluruh gugatan penggugat.

Penggugat juga ingin agar pengadilan menyatakan penggugat sebagai satu-satunya pemilik dan pemegang hak yang sah atas merek terdaftar ”GOTO” beserta segala variasinya.

Dengan begitu, penggugat ingin pengadilan menyatakan merek “GOTO”, “goto”, dan “goto financial” mempunyai persamaan pada pokoknya dengan merek “GOTO” milik penggugat dan karenanya para tergugat telah dianggap penggugat telah melakukan pelanggaran hak atas merek “GOTO” yang terdaftar dengan Nomor: IDM000858218 pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI.

Baca Juga

Akibat serangkaian pelanggaran tersebut, penggugat ingin pengadilan menghukum para tergugat secara tanggung renteng membayar ganti rugi materiil sebesar Rp1.836.926.000.000,- (satu triliun delapan ratus tiga puluh enam miliar sembilan ratus dua puluh enam juta rupiah) kepada penggugat.

Penggugat juga meminta pengadilan untuk menghukum para tergugat secara tanggung renteng untuk membayar ganti rugi imateriil sebesar Rp250.000.000,- (dua ratus lima puluh miliar rupiah) kepada penggugat.

Pengadilan juga diminta menghukum para tergugat untuk menghentikan penggunaan merek “GOTO” atau segala variasinya, dan menolak permohonan pendaftaran merek “GOTO” atau segala variasinya yang diajukan.

Penggugat juga meminta pengadilan untuk menghukum para tergugat secara tanggung renteng membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) kepada penggugat untuk setiap hari keterlambatan melaksanakan putusan atas perkara ini.