Dianggap Mubazir, Kemenpora Enggan Carter Pesawat untuk Atlet Olimpiade

Dianggap Mubazir, Kemenpora Enggan Carter Pesawat untuk Atlet Olimpiade
Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengungkap alasan tidak menyewa pesawat untuk keberangkatan atlet ke Olimpiade Tokyo 2020.

Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto menjelaskan pihaknya menyampaikan ide kepada Komite Olimpiade Indonesia (NOC) terkait rencana sewa pesawat untuk memberangkatkan atlet ke Olimpiade. Namun, hal itu urung dilakukan karena dianggap mubazir.

"Kami pernah bicara sama NOC, kalau idealnya itu memang carter pesawat dan saya bicara dengan Komisaris Utama GMF yang kebetulan adalah Direktur Teknik Garuda soal carter," kata Gatot, Rabu (5/5/2021).

"Kemudian NOC berhitung, kalau carter pesawat itu kan idealnya berangkatnya bareng. Tapi ini ada beberapa cabang yang atletnya berangkat lebih dulu," ucap Gatot menambahkan.

Informasi yang diterima Gatot, sebanyak 13 atlet bulutangkis bakal berangkat satu bulan lebih awal sebelum Olimpiade Tokyo digelar mulai 23 Juli sampai 8 Agustus 2021.

Selain bulutangkis, menurut Gatot, ada satu cabang olahraga lainnya yang juga telah meminta untuk berangkat lebih awal ke Tokyo. Namun, sampai saat ini Gatot belum tahu alasan pasti keberangkatan awal yang dijadwalkan bulutangkis dan satu cabor lain tersebut.

"Belum tahu untuk penyesuaian atau ada event lain yang akan diikuti lebih dulu. Jadi kalau hitungan kami ada 28-30 orang yang berangkat ke Olimpiade, terus dikurangi bulutangkis dan satu cabor lain, sisanya tinggal 10 orang," ucap Gatot.

"Misalnya pakai [Boeing 737] paling kecil dengan daya tampung 150 orang tapi hanya diisi 10 orang. Jadi enggak impas, kalau harus carter pesawat mubazir lah," ujar Gatot menambahkan.

Kondisi tersebut yang akhirnya membuat pemerintah memutuskan untuk memberangkatkan atlet dengan kelas bisnis. Gatot juga memastikan keamanan kesehatan para atlet selama berada di pesawat dalam perjalanan langsung dari Jakarta ke Tokyo.

"Masalah keamanan kesehatan Insya Allah saya jamin. Sebab di pesawat ada yang namanya HEPA, circulation on board, sehingga ada pergantian udara di atas. Selain apresiasi [kelas bisnis] juga untuk menambah kenyamanan atlet, dalam kondisi begini kan imunitas diperlukan," ucap Gatot.