Di Aplikasi E-commerce Ini Ada Peringatan Dini Tsunami BMKG

Di Aplikasi E-commerce Ini Ada Peringatan Dini Tsunami BMKG
Ilustrasi aplikasi Shopee. [Dok Shopee Indonesia]

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Peringatan dini bencana kini dihadirkan di aplikasi e-commerce oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui kerja sama dengan Shopee. Hal ini guna menjangkau lebih banyak orang dalam penyebaran informasi bencana.

Selain itu, kehadiran fitur peringatan dini bencana alam BMKG ini bertujuan untuk memberikan solusi sehari-hari bagi masyarakat pengguna aplikasi Shopee di mana pun mereka berada.

"Bencana alam tidak bisa diprediksi, sehingga informasi seakurat mungkin yang diterima masyarakat Indonesia menjadi sangat penting," kata Muhamad Sadly, Deputi Bidang Geofisika BMKG, dalam jumpa pers virtual, Kamis (15/10/2020).

Muhamad Sadly menambahkan bahwa BMKG sebagai lembaga resmi terkait memiliki kemampuan untuk dapat mendeteksi secara dini apabila terjadi bencana alam seperti gempa dan tsunami, juga informasi prakiraan cuaca dan lain-lainnya.

Melalui fitur terbaru ini, menurut Muhamad Sadly, para pengguna dapat mengakses informasi bencana alam yang berasal dari BMKG yang pastinya akurat, cepat, dan tepat sesuai dengan lokasi domisili maupun lokasi lain yang dipilih.

"BMKG juga berupaya memberikan informasi dan awareness bagi masyarakat Indonesia secara luas melalui berbagai teknologinya," ujar dia.

Lebih lanjut, Muhamad Sadly mengatakan bahwa fitur peringatan dini bencana alam di aplikasi Shopee ini juga menggunakan data terbaru secara waktu nyata (realtime) dengan sistem di BMKG.

Sementara itu, Handika Jahja selaku Direktur Shopee Indonesia menyambut baik kolaborasinya dengan BMKG dalam menghadirkan fitur peringatan dini bencana alam.

Handika mengatakan dengan fitur ini para pengguna Shopee Indonesia di mana pun mereka berada dapat mengakses informasi dan peringatan bencana alam, melalui tampilan push notification sesuai dengan lokasi tempat tinggal dan mulai dapat diakses pada 20 Oktober 2020.

Menurut dia, kehadiran fitur ini dapat membantu BMKG dalam memetakan daerah mana saja yang terekspos dengan bencana dan memberitahukan masyarakat mengenai apa yang harus mereka lakukan.