Demi Kesetaraan Gender, Sekolah Skotlandia Minta Murid dan Guru Laki-laki Pakai Rok 

Demi Kesetaraan Gender, Sekolah Skotlandia Minta Murid dan Guru Laki-laki Pakai Rok 

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Sekolah di Skotlandia meminta semua murid dan guru untuk pakai rok ke kelas termasuk laki-laki, untuk “mempromosikan kesetaraan”. 

“Kami ingin sekolah kami inklusif dan mempromosikan kesetaraan (gender),” demikian sebuah email dari Castleview Primary di Edinburgh mengatakan kepada orang tua, seperti yang dilansir dari New York Post pada Kamis (4/11/2021). 

Daily Mail melaporkan pada Rabu (3/11/2021), email sekolah tersebut menambahkan bahwa agar "nyaman", legging atau celana lain bisa dipakai di bawah rok.  Rok bahkan akan ditawarkan kepada murid yang tidak memilikinya, kata Daily Mail. Baca juga: Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar 

“Kami ingin menyebarkan pesan bahwa pakaian tidak memiliki jenis kelamin dan bahwa kita semua harus bebas untuk mengekspresikan diri kita sesuai pilihan kita,” tulis para guru Castleview Primary di Edinburgh dalam pesan kepada orang tua. 

Pengumuman tersebut menyusul protes di Spanyol pada 2020 setelah seorang murid laki-laki remaja dilaporkan pakai rok ke sekolah di negara itu, dan dikirim ke psikolog atas masalah tersebut hingga akhirnya dikeluarkan dari sekolah. 

Baca Juga

Pada 4 November 2020, murid dan guru laki-laki di daerah tersebut pakai rok ke sekolah untuk mendukung remaja laki-laki tersebut, dan tanggal tersebut sekarang dikenal sebagai “pakai rok ke hari sekolah.” 

"Hari ini adalah 'hari pakai rok ke sekolah' di Spanyol dan tahun ini Castleview Primary di Edinburgh mendorong guru dan murid untuk mengambil bagian untuk 'mendobrak stereotip gender' dan 'mempromosikan kesetaraan,'" tweet BBC Skotlandia pada Kamis (4/11/2021). 

Siswa tingkat P6 di Castleview, yang setara dengan siswa kelas 5 di AS, dilaporkan muncul dengan ide tersebut setelah protes Spanyol. Dari tweet BBC banyak orang yang mengkritik kebijakan Castleview karena merayakan "hari pakai rok ke sekolah", tetapi ada juga orang-orang yang mendukung perayaan itu. 

“Kemudian castleview membutuhkan kepala sekolah baru untuk mengajar bukan tentang gender,” komentar salah satu pengguna Twitter. 

“Anak saya sekolah di sini dan memutuskan dia ingin pakai rok sebagai dukungan. Anak-anak ini harus dipuji, bukan dicemooh. Saya tidak percaya komentar keji yang dibuat oleh beberapa orang," komentar salah satu orang tua murid di Twitter. 

Ia menambahkan, "Anak-anak dan sekolah ini luar biasa dan memiliki banyak topik." 

“'Pakai rok ke sekolah', guru dan murid didorong untuk mengambil bagian dalam 'mendobrak stereotip gender' dan 'mempromosikan kesetaraan' mereka harus dipuji," tweet pengguna lain. 

Dewan sekolah kot edinburgh mengatakan bahwa para murid dapat tidak berpartisipasi jika mereka tidak ingin, dan menekankan bahwa kotanya "sepenuhnya berkomitmen untuk mempromosikan kesetaraan". 

"Sebagai ibu kota Skotlandia kami sepenuhnya berkomitmen untuk mempromosikan kesetaraan dan keragaman, juga ingin meningkatkan rasa hormat, toleransi, serta pengertian terutama di sekolah kami,” kata juru bicara Dewan Edinburgh, seperti yang dilaporkan Evening Edinburgh News pada Kamis (4/11/2021). 

“Sekolah mendapat tanggapan positif dari orang tua, namun murid tidak harus ambil bagian jika mereka tidak mau,” tambah dewan. Meskipun "hari pakai rok sekolah" yang baru dirayakan di Eropa, hari itu tampaknya tidak dirayakan di sekolah-sekolah di Amerika Serikat. (Kompas.com)