Catatan Wisata Sehat ke Taiwan (4): Belajar Sejarah Taiwan dari Chiang Kai Shek Memorial Park

Catatan Wisata Sehat ke Taiwan (4): Belajar Sejarah Taiwan dari Chiang Kai Shek Memorial Park

SELAIN berobat dan berwisata, rombongan besar AM Hendeopriyono diperkenalkan sejarah tentamg Republik Taiwan. “Biar semua tahu bagaimana sejarah Taiwan dan dinamika di dalammya,” kata Pak Hendro di hari kelima kunjungan ke Taiwan.

Danken, tour guide Galileo, sebenarnya sudah banyak bercerita ihwal sejarah Taiwan lengkap dengan bumbu-bumbu cerita mistis dan romantika pemimpin Taiwan Chiang Kai Shek. Terutama saat dalan perjalanan dalam bus. Dia hapal betul kisah pelarian Chang dari China daratan ke Taipei. Tentang akurasi ceritanya wallahu a’lam.

Pak Hendro pun minta Danken bercerita apa adanya kepada anggota rombongan. Tidak hanya yang berada dalam satu bus dengam dirinya. “Kita harus tahu juga cerita bangsa lain, mumpung kita di sini,” kata Pak Hendro mengawali cerita sebelum Danken, pria keahiran Medan yang sudah 20 tahun tinggal di Taipei dan berkewarganegaraan di sana.

Dari Vian Chiang dan mengarah ke aula utama yang menampung patung perunggu besar Chiang yang dilindungi oleh personel militer yang berganti setiap jam.

Karakter di belakang patung Chiang terbaca “Etika”, “Demokrasi”, dan “Sains”, dan tulisan di samping bertuliskan “Tujuan hidup adalah untuk meningkatkan kehidupan umum umat manusia” dan “Makna hidup adalah untuk menciptakan dan mempertahankan kehidupan selanjutnya di alam semesta “.

Baca Juga

Kehidupan dan Karier

Di bawah aula ada museum yang mendokumentasikan kehidupan dan karier Chiang, serta pameran tentang sejarah Taiwan, budaya dan sejarah pan-Cina, dan perkembangan ROC setelah pindah ke Taiwan.

Selain aula utama, kompleks besar termasuk Taman Memorial Chiang Kai-shek , Aula Konser Nasional dan Teater Nasional di museum ini Pavoroti pernah menghelat konser.

Di lantai dasar bangunan besar, selain tersaji benda-benda dan data yang berkaitan dengan Chang dan keluarganya juga ada data tentang dr Sun Yat Sen. Ada mobil Cadillac hitam Chang yang tampak terawat rapi, baju dinas yang biasa digunakannya, foto-foto, dan patung Chang di belakang meja tulisnya.

Chiang Kai Shek (31 Oktober 1887 – 5 April 1975) adalah seorang pemimpin politik dan militer Tiongkok abad ke-20. Dalam Bahasa Mandarin dia dikenal sebagai Jiang Jieshi atau Jiang Zhongzheng. Chiang adalah seorang anggota berpengaruh di Partai Kuomintang (KMT), atau Partai Nasionalis. Ia juga merupakan sekutu dekat Sun Yat-sen. Ia menjadi  Komandan Akademi Militer Whampoa milik partai Kuomintang, dan menggantikan Sun menjadi pemimpin KMT ketika Sun meninggal pada tahun 1925.

Pada tahun 1926, Chiang memimpin  Ekspedisi Utara dalam misi penyatuan negara, serta menjadi pemimpin penting di Tiongkok. Dia menjabat sebagai Ketua Dewan Militer Nasional pemerintahan Nasionalis Republik Tiongkok (RC) pada tahun 1928-1948. Chiang memimpin Tiongkok dalam Perang Tiongkok-Jepang Kedua. Pada saat itu kekuasaan pemerintah Nasionalis sangat lemah, namun ia semakin menonjol. Tidak seperti Sun Yat-sen, Chiang Kai-shek secara sosial berpaham konservatif.

Dukungan Sun Yat Sen

Ia mempromosikan budaya tradisional Tionghoa melalui Gerakan Hidup Baru dan menolak demokrasi Barat. Dia pun menolak sosialisme demokratis nasionalis yang didukung oleh Sun Yat Sen dan beberapa anggota untuk menuju terbentuknya pemerintahan otoriter nasionalis.

Sun Yat-Sen lahir 12 November  1866 – meninggal 12 Maret 1925 pada umur 58 tahun) adalah seorang pemimpin kunci revolusi Tiongkok dan diakui secara luas sebagai Bapak Negara Tiongkok Modern, baik di Tiongkok Daratan maupun Taiwan. Pada waktu itu, Tiongkok diperintah oleh seorang kaisar yang memerintah seolah-olah seperti dewa. Sun Yat-sen yakin bahwa Tiongkok perlu ditata dengan cara yang baru melalui revolusi.

Pada tahun 1895, ia memimpin suatu pemberontakan di Kanton, tetapi dapat diredam. Secara keseluruhan, ia memimpin sebelas kali revolusi terhadap dinasti Qing dan akhirnya berhasil menumbangkan kekaisaran, sehingga kaisar harus meletakkan jabatannya. (Bersambung)