Catatan Kegelisahan atas Musibah Nanggala 402

Catatan Kegelisahan atas Musibah Nanggala 402
Dr. Todung Mulya Lubis, SH, LLM, Duta Besar RI di Norwegia.

Oleh: Todung Mulya Lubis

SEMULA SAYA enggan memposting apa yang saya tulis dalam catatan harian saya tentang hari-hari yang menyesakkan karena hilangnya KRI Nanggala 402. Sebagai rasa bangga dan hormat saya kepada para prajurit kita, saya posting juga apa yang saya tulis meski tidak semuanya.

22 April

Saya menerima email dari seseorang bernama JN yang menyatakan bahwa dia bisa menemukan lokasi tenggelamnya kapal KRI Nanggala 402 yang diberitakan hilang kontak sekitar jam 10 pagi kemaren (waktu Oslo?). 

Ada 53 prajurit TNI-AL dikapal tersebut yang konon hanya bisa bertahan selama 72 jam karena oksigen hanya tersedia untuk 72 jam. Jadi penyelamatan harus dilakukan dalam waktu 72 jam. Dispekulasikan bahwa kapal itu tenggelam di kedalaman 700 meter, dan Indonesia tak punya kapal dan peralatan canggih untuk melakukan penyelamatan. 

Baca Juga

Singapore dan Malaysia katanya akan membantu dan sedang mengirim kapalnya tetapi kapalnya baru akan tiba tanggal 24 April. Apakah para prajurit TNI-AL tersebut akan bisa kita selamatkan? 

Akan halnya JN saya tak tahu siapa dia. Dugaan saya dia ini orang kebatinan yang memiliki kemampuan supranatural, semacam ’orang pintar’. Dia mengatakan ikut membantu mencari anak yang terjebak dalam gua di Thailand beberapa waktu silam. Out of despair, saya membalas emailnya mengatakan bahwa saya tak punya informasi kecuali beberapa pemberitaan di media. 

Dia minta dihubungkan dengan orang di lapangan yang melakukan pencarian dan penyelamatan dan ingin bicara karena dari pembicaraan itu dia akan lebih mudah menentukan dimana persisnya lokasi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 . Saya mencoba menghubungi beberapa kawan saya di Kemhan dan mengirim WA. Salah satu yang saya kirimin WA adalah Laksamana Muda Supo Dwi Endriadi.

Dibawah ini komunikasi saya dengan beliau:

Saya dapat tawaran orang Norway yang mau bantu melacak lokasi tenggelamnya kapal selam kita. Katanya dia beberapa kali membantu kasus seperti ini. Sepertinya orang ini punya indra kebatinan. Ini percaya tidak percaya tapi dia email dan menawarkan bantuan. Apa ada gunanya kalau dihubungkan ke yang bersangkutan? Dia butuh bicara dengan orang yangg berada di lokasi. Tolong saya diberitahu kalau saya harus follow up. Maaf, saya sangat concern dengan nasib prajurit kita di kapal selam tersebut.

Yth. Bapak Dubes, semoga bapak sekeluarga juga selalu dalam keadaan sehat walafiat. Terima kasih atas perhatian dan doa bapak kpd kami, ini memang menjadi bahan introspeksi kita bersama untuk memenuhi alutsista yangg terbaik buat prajurit kita sehingga kejadian seperti ini tidak terulang dikemudian hari. Kami memang tidak berada di lokasi namun kami bisa menghubungkan ke pejabat terkait yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Namun sebelumnya apakah kami bisa mendapatkan sedikit informasi tentang orang tersebut dan jenis bantuan apa yang bisa diberikan. Demikian bapak Dubes lebih kurangnya kami ucapkan terima kasih????

Todung Mulya Lubis: Saya hanya punya hpnya dia. Katanya dia akan bisa menunjukkan lokasi kapal selam kita. Saya menduga dia semacam ‘orangpintar’ dengan indra keenam. Tapi saya tak berani bicara lebih. Saya hanya concern melihat nasib prajurit kita.

Todung Mulya Lubis: Kalau menurut pak Supo saya tak harus follow up saya akan diamkan saja. Bisa jadi dia tak kredibel.

Siap bapak Dubes, ternyata di negara maju seperti Norwegia ada juga “orang  pintar “nya. Btw, izin bapak kami mengucapkan banyak terima kasih atas concern bapak. Kami memang sedang membutuhkan segala jenis bantuan dalam bentuk apapun utk segera menyelamatkan ABK kapal selam kita. Namun untuk itu kami membutuhkan tambahan informasi utk kami teruskan shg jenis bantuan tersebut berguna bagi usaha pencarian. Karena kita orang  timur, kita juga masih percaya terhadap kekuatan supranatural. Bisa saja saat ini kita membutuhkan orang yang mempunyai kekuatan tersebut.

Saya juga mengirimkan WA yang sama kepada Dahniel Anzar Simanjuntak yang jadi stafnya Menhan Prabowo. Daniel bilang semua urusan berada ditangan pihak angkatan laut kita, lalu dia memberikan nama Kol Iwan Kusumah untuk dihubungi.  Langsung saja saya WA Kol Iwan Kusumah meminta informasi mengenai siapa yang saya bisa hubungi di lapangan. Besok saya akan cari informasi tambahan, dan akan segera kontak Laksamana Supo Dwi Endriadi. Saya akan telepon JN untuk bicara lebih jelas dengan orang supranatural tersebut. Semoga ada cahaya di ujung terowongan.

23 April

Sekitar jam 10 bersama diplomat Yudi Fitriandi dan Hendra Octavianus kami berkomunikasi dengan JN, dan dia mengatakan bahwa dia memiliki penglihatan X-Ray dan meminta agar dikirimkan nama dan foto dari prajurit yang berada di kapal selam itu. Kami mengirimkan beberapa nama dan foto, dan dia mengatakan bahwa mereka masih hidup. Lalu dia meminta nama-nama kapal-kapal yang terlibat pencarian, juga kami kirimkan. Lalu JN bilang bahwa lokasi kapal KRI Nanggala 402 itu berada diatas Kapal KRI Ngurah Rai. 

Lalu saya berkomunikasi dengan Kol Iwan Kusumah, Komandan Armada Timur yang melakukan pencarian, dan dia mengatakan bahwa prakiraan pihak Angkatan Laut juga demikian yaitu lokasi kapal selam kita berada disekitar KRI Ngurah Rai. Untuk memastikan JN mau bicara dengan salah seorang yang berada di lapangan tetapi kami tak dipasok nama orang tersebut. Ikhtiar ini berhenti sampai disini tetapi kami telah berusaha mencari jalan meski dengan medium supranatural. Tapi hati kami bersama para prajurit dan keluarganya. Usai sholat jumat tadi kami memanjatkan doa semoga para prajurit TNI-AL kita di kapal KRI Nanggala 402 itu masih selamat dan bisa diselamatkan. Semoga bantuan dari Singapore, Malaysia, India, Australia dan Amerika yang segera tiba masih bisa menyelamatkan para prajurit kita. Soalnya peralatan yang kita punya mungkin tak mampu menjangkau kapal selam dan awaknya yang diperkiraan berada di kedalaman 700 meter.

Kol Iwan Kusumah memberikan nama Letkol Topan Yuwono yang sedang berada di salah satu kapal untuk dikontak. Langsung kami bicara di telepon dan setelah itu kami melakukan video call dengan JN mencari lokasi persisnya dari KRI Nanggala 402, tetapi sambungan telepon sangat lemah sehingga pembicaraan kami sering terputus dan tak jelas. Tapi JN mengatakan bahwa dari penerawangan yang dilakukannya lokasi KRI Nanggala 402 itu berada di sekitar KRI Rigel 933, sekitar 1 km di belakang kapal karena kapal KRI Ngurah Rai tak lagi di lokasi yang sama. Video call tersebut tak jelas sehingga laut yang mau ditelisik itu tak terlalu kelihatan. Ini kendalanya. 

JN juga mengatakan bahwa kedalamannya itu tak lebih dari 400 meter. Alhamdulillah semua prajurit TNI masih hidup. Tapi operasi penyelamatan ini berpacu dengan waktu. Malam ini saya masih berkomunikasi dengan JN dan dia mengatakan bahwa kapal-kapal yang mencari KRI Nanggala 402 berlayar melewati lokasi tenggelamnya kapal selam kita itu tapi karena tak ada yang bisa dihubungi dia tak bisa memberi tahu. Saya juga tak bisa menghubungi Letkol Topan karena koneksi yang buruk.

Tapi JN meyakini para prajurit kita di KRI Nanggala 402 masih hidup. Sementara itu ’no news, no clue’. Jam 22.51 waktu Oslo. Oksigen di kapal selam tersebut sudah habis. Saya sudah berdoa ketika saya sholat magrib: semoga mereka semua bisa tertolong.


24 April

Hari ini adalah hari yang membuat resah, hilang konsentrasi. Harapan agar semua operasi penyelamatan prajurit TNI-AL yang tenggelam bersama kapal selam Nanggala 402 nampaknya semakin jauh untuk tak dikatakan tak ada lagi. 

Hasil pencarian yang melibatkan kapal-kapal penyelamatan dan pesawat terbang Poseidon dari berbagai negara nampaknya hampir sepakat mengenai lokasi tenggelamnya kapal selam kita itu. Lokasinya agak menjauh dari KRI Rigel 933, sekitar 2 mil (?). Diyakini bahwa karena kapal itu meluncur ke laut sangat dalam, 800-850 meter, maka telah terjadi keretakan (cracked), dan dari keretakan terlontar beberapa benda seperti botol berisi cairan oranye, pelucur torpedo, alas untuk sholat dan ada tiga lagi. Dinginnya kedalaman laut membuat kapal yang sudah tua itu tak mampu menjaga keutuhannya. Sulit menerka apakah air masuk ke dalam kapal selam, dan apa yang terjadi pada semua prajurit yang pasti sudah sangat lemah karena kurangnya oksigen. 

Konfrensi pers Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan KSAL Yudo Margono mengisyaratkan bahwa sekarang sedang diupayakan evakuasi kapal selam dan awaknya semaksimal mungkin dengan melibatkan semua pihak yang terlibat membantu pencarian ini. Saya merasa sangat terpukul karena saya masih berharap semua prajurit TNI-AL tersebut masih bisa diselamatkan. Dari pagi saya tak konsentrasi membaca. Malam hari tak ada berita yang memberi harapan. Saya lantas menulis belasungkawa saya kepada Laksamana Supo Dwi Endriadi, Kol Iwan Kusumah dan Letkol Topan Yuwono. 

Saya juga menyampaikan terimakasih kepada JN, seorang supranatural Norwegia, yang beberapa hari ini mencoba menelusuri dan mencari lokasi tenggelamnya kapal selam kita itu bersama dengan Letkol Topan. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa. And we have done our part. Selamat beristirah prajurit Hiu Kencana. Kami bangga dan hormat pada kalian semua.

25 April 

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan bahwa 53 prajurit TNI yang berada di kapal KRI Nanggala 402 dipastikan gugur. Hal ini dipastikan berdasarkan hasil citra bawah air secara visual menggunakan kamera. KRI Rigel melakukan pemindaian secara lebih akurat di lokasi dengan menggunakan magnetometer. 

Panglima juga mengatakan bahwa bagian dari KRI Nanggala yang meliputi kemudi vertikal belakang jangkar, bagian luar badan tekan, hingga baju keselamatan awak kapal telah ditemukan. Sulit untuk membayangkan para awak kapal bisa selamat. 

Panglima TNI menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya para patriot bangsa ini seraya mengharapkan keikhlasan para keluarga yang ditinggalkan. Memang bangsa ini kehilangan putra-putra terbaiknya. Banyak sekali pernyataan dukacita yang saya baca di media, banyak sekali kenangan yang diungkap. Semua rakyat berduka, meneteskan airmata mereka. 

Selamat jalan para patriot, kata saya dalam hati sambil menundukkan muka.

* Dr. Todung Mulya Lubis, SH, LLM, Duta Besar RI di Norwegia.