Catat, Ini Kegiatan di Jakarta yang Perlu Syarat Vaksin Covid

Catat, Ini Kegiatan di Jakarta yang Perlu Syarat Vaksin Covid
Dua warga menunjukkan kartu vaksinasi COVID-19 usai mengikuti vaksinasi dari mobil vaksin keliling yang singgah di Kantor Kelurahan Cipedak, Jakarta, Selasa (13/7/2021). (ANTARA FOTO)
JAKARTA, SENAYANPOST.com - Hingga 28 Juli 2021 vaksinasi dosis pertama di Jakarta telah mencapai 7.326.205 orang atau setara 83,1 persen populasi. Sedangkan dosis kedua sudah disuntikkan kepada 2.410.672 orang atau 27,3 persen.

Vaksinasi juga dijadikan syarat sejumlah kegiatan di Jakarta. Baik yang ditetapkan oleh Pemprov DKI maupun oleh pemerintah pusat. Alasannya tentu untuk membuat semakin banyak masyarakat yang vaksinasi serta untuk mencegah penularan virus corona.

Berikut sejumlah kegiatan yang diizinkan dengan syarat sudah divaksin seperti dilansir kumparan:

Akad Nikah

Ilustrasi akad nikah di KUA saat pandemi corona. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Dalam SK Kadisparekraf No.495 Tahun 2021 tentang aturan PPKM Level 4 di Sektor Usaha dan Pariwisata, diatur persyaratan untuk menggelar akad nikah. Salah satunya keluarga atau tamu dan petugas sudah divaksin.

“Seluruh keluarga/tamu dan petugas diwajibkan sudah melakukan vaksinasi (dibuktikan dengan sertifikat vaksin),” dikutip dari poin nomor 10 dalam SK Kadisparekraf.

Namun, kegiatan pernikahan yang diizinkan hanya akad nikah mulai pukul 06.00-20.00 WIB. Acara tersebut bisa digelar di luar KUA dengan kapasitas maksimal 20 persen atau 30 orang.

Resepsi masih dilarang. Begitu juga dengan penyediaan makanan atau prasmanan yang belum dibolehkan.

Salon atau Barbershop

Selama PPKM Level 4 salon dan barbershop yang berada di luar mal diizinkan buka pada pukul 10.00-20.00 WIB sesuai SK Kadisparekraf DKI Jakarta No. 495 Tahun 2021. Namun hanya boleh melakukan pelayanan dan perawatan rambut dengan menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu pegawai dan pengunjung yang ingin bekerja dan menikmati layanan di salon dan barbershop harus sudah divaksin.

"Karyawan dan pengujung diwajibkan sudah melakukan vaksinasi (dibuktikan dengan sertifikat vaksin)," tulis SK itu.

Berpergian dengan Pesawat Terbang

Petugas Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali tengah melakukan patroli di terminal penumpang untuk memastikan penerapan protokol kesehatan oleh calon penumpang dan penumpang pesawat udara. Foto: Dok. AP I
Surat Edaran Nomor SE 57 Tahun 2021, mengharuskan penumpang pesawat sudah di-vaksinasi. Dirjen Perhubungan Udara, Novie Riyanto, mengatakan aturan tersebut berlaku sejak 26 Juli 2021, seiring instruksi Mendagri soal perpanjangan PPKM Level 3 dan 4.

“Syarat terbaru penumpang pesawat untuk penerbangan dari atau ke bandar udara Pulau Jawa dan Pulau Bali, serta daerah yang ditetapkan melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri sebagai daerah dengan kategori PPKM Level 3 dan 4, wajib menunjukkan kartu vaksinasi (minimal vaksinasi dosis pertama)," kata Novie Riyanto dalam keterangannya, Rabu (28/7).

Selain menunjukkan surat keterangan vaksinasi minimal dosis pertama, calon penumpang juga tetap harus melengkapi diri dengan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR. Ada pun masa berlaku surat keterangan tersebut, maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Dirjen Perhubungan Udara menambahkan, untuk penerbangan antar-bandar udara di daerah PPKM Level 1 dan 2, cukup menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

“Sedangkan bagi pelaku perjalanan yang berusia di bawah 12 (dua belas) tahun dibatasi untuk sementara. Selain itu persyaratan kesehatan sebagaimana disebutkan di atas dikecualikan bagi penerbangan perintis, penerbangan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar), dan pelaksanaannya sesuai dengan kondisi daerah masing-masing,” tambahnya.

Perjalanan dengan Kereta Api

Area vaksinasi di Stasiun Gambir. Foto: KAI
Mirip dengan syarat penerbangan, penumpang kereta api jarak jauh juga yang akan berangkat dari Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Karawang dan Cikampek harus menunjukkan keterangan sudah divaksin.

"Untuk memastikan kondisi kesehatan seluruh penumpang berangkat mulai Senin 26 Juli 2021 seluruh calon pengguna tetap wajib menunjukkan surat kartu atau sertifikat vaksin minimal vaksinasi COVID-19 dosis pertama," ujar Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa dalam rilisnya, Senin (26/7).

Selain itu, Eva menambahkan, penumpang juga harus membawa surat keterangan bebas corona yaitu hasil negatif tes PCR (2 X 24 jam) atau rapid test antigen (1 X 24) sebelum keberangkatan.

"Bagi pelanggan KAJJ yang tidak/belum divaksin dengan alasan medis tetap dapat menggunakan Kereta Api dengan menunjukkan surat keterangan dari dokter spesialis dan disertai surat negatif RT-PCR atau Rapid Test Antigen yang masih berlaku," imbuhnya.

Peraturan menujukkan bukti vaksinasi tidak diwajibkan untuk calon penumpang usia di bawa 18 tahun.

Masuk Pasar

Petugas memeriksa kartu vaksinasi pedagang yang akan memasuki Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (26/7/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Pedagang dan pengunjung pasar tradisional saat ini harus menujukkan sertifikat vaksin jika ingin beraktivitas di area pasar. Ketentuan ini berlaku untuk semua pasar yang berada di bawah naungan PD Pasar Jaya.

“Pedagang dan pengunjung wajib menunjukkan bukti vaksin (kartu/sertifikat/sms) untuk memasuki pasar,” dikutip dari instagram @perumdapasarjaya, Senin (26/7).

Aturan tersebut sudah dijalankan di Pasar Tanah Abang. Petugas di pintu masuk akan memeriksa sertifikat vaksin kepada pedagang dan pengunjung pasar.

Rumah Makan, Kafe dan Restoran

Ilustrasi ibu makan di restoran. Foto: Shutter Stock
Dalam SK Kadisparekraf No.495 Tahun 2021 tentang aturan PPKM Level 4 di Sektor Usaha dan Pariwisata kafe, restoran dan rumah makan yang berada di ruang terbuka dan udara bebas diizinkan melayani makan di tempat. Namun pelayan dan pengunjung harus sudah divaksin.

Layanan makan di tempat hanya diizinkan buka hingga pukul 20.00 WIB.

Berikut bunyi aturannya:

2. Kegiatan usaha restoran/rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada di ruang terbuka dan udara bebas bukan pada ruangan tertutup, dapat melaksanakan makan di tempat dengan ketentuan:

a. Karyawan dan pengunjung diwajibkan sudah melakukan vaksinasi (dibuktikan dengan sertifikat vaksin);

b. Kapasitas maksimal 25%;

c. Untuk makan di tempat setiap pengunjung dibatasi maksimum 20 menit;

d. Tidak diperbolehkan menampilkan pertunjukan musik hidup dan disk jockey (DJ)

Apa Reaksi Anda?

like
0
Suka
funny
0
Lucu
wow
0
Wow
sad
0
Sedih
angry
0
Marah

Komentar