Cara Kerja Sistem Oksigen Kapal Selam saat Mode Menyelam

Cara Kerja Sistem Oksigen Kapal Selam saat Mode Menyelam
Ilustrasi

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Kapal selam seperti KRI Nanggala-402 yang dikabarkan tenggelam di Selat Bali dilengkapi berbagai teknologi untuk menyelam dalam laut. Meskipun konstruksinya kedap air, namun awak di dalamnya tidak akan kehabisan oksigen bila kapal dalam kondisi baik atau tidak black out.

Berbeda bila kapal selam dalam kondisi black out. Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Yudo Margono menjelaskan cadangan oksigen di kapal selam KRI Nanggala -402 mampu bertahan sampai 72 jam dalam kondisi itu.

"Jadi kemampuan oksigen apabila kondisi black out itu mampu 72 jam. Jadi kurang lebih 3 hari. Mudah-mudahan sebelum itu bisa ditemukan," ucap Yudo dalam konferensi pers, Kamis (22/4/2021).

Bodi atau dinding kapal selam terbuat dari baja yang mampu menahan tekanan luar saat kapal berada di kedalaman. Dalam kondisi itu awak tidak perlu khawatir kehabisan oksigen karena kapal selam dilengkapi sistem oksigen canggih dalam mode menyelam.

Di dalam kapal selam terdapat sistem oksigen yang digunakan sebagai sumber bernapas oleh kru kapal selam.

Oksigen di kapal selam dilepaskan melalui tangki kompresi, generator oksigen atau dengan beberapa tabung oksigen yang bekerja secara otomatis di dalam kabin kapal mengutip how stuff works.

Oksigen dilepaskan secara berkala selama kapal selam tersebut beroperasi dan dengan interval waktu tertentu. Terdapat juga sistem komputer yang dapat mendeteksi penurunan kadar oksigen di kabin kapal.

Sumber oksigen di kapal selam juga dapat diproduksi dengan memasukkan air laut melalui proses elektrolisis. Kapal selam biasanya memiliki beberapa tangki oksigen ukuran besar juga yang digunakan untuk meningkatkan kadar oksigen dengan cepat jika sistem gagal.

Selain sistem oksigen yang beroperasi di dalam kabin kapal selam, terdapat juga sistem yang mengatur untuk mengurangi kandungan karbon dioksida di kabin.

Untuk diketahui proses bernapas manusia memiliki sistem dua arah, yakni menghirup oksigen dan dikeluarkan kembali dalam bentuk karbon dioksida. Di ruang terbuka kita tidak perlu khawatir dengan karbon dioksida yang dihembuskan, tetapi di dalam ruang tertutup di bawah air karbondioksida yang dihembuskan bisa menjadi ancaman serius bagi manusia.

Oleh karena itu selain memasok oksigen, penting untuk menghilangkan karbon dioksida yang terus-menerus dilepaskan awak kapal.

Hal ini dilakukan dengan bantuan soda lime (Akrosorb) di perangkat yang disebut 'scrubber'. Soda lime merupakan penyerap CO2 serbaguna untuk menghilangkan karbon dioksida dan kontaminan asam dalam ruangan.

Dilansir Technology, karbon dioksida terperangkap dalam soda kapur oleh reaksi kimia dan dikeluarkan dari udara. Soda kapur merupakan campuran bahan kimia (natrium hidroksida dan kalsium hidroksida) yang digunakan untuk menghilangkan karbon dioksida.

Cara ini biasanya digunakan di lingkungan ruangan tertutup, salah satunya di kapal selam.

Namun kapal selam bertenaga diesel elektrik pada kapal KRI Nanggalang milik TNI AU memiliki batas waktu beberapa hari saat terendam, karena kapal harus menjalankan mesin dan mendapatkan udara saat terendam sepenuhnya.

Kapal harus muncul ke permukaan untuk mengisi ulang baterai dan bertukar udara segar menggunakan tiang snorkel yang berada di kapal tersebut.