BUMN Baru Terima Rp 4,15 Triliun Dana Investasi Pemerintah

BUMN Baru Terima Rp 4,15 Triliun Dana Investasi Pemerintah
Ekbis Sindonews.com

Jakarta, SENAYANPOST.com - Hiingga akhir November 2020, dana investasi sebesar Rp 4,15 triliun telah ditempatkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini dijelaskan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata.

Isa menerangkan, dari total dana tersebut, terbagi menjadi dua penandatanganan perjanjian pelaksanaan investasi pemerintah dalam rangka program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Pertama, investasi pemerintah sebesar Rp 650 miliar diberikan kepada PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) bekerja sama dengan Perum Perumnas. Tujuannya, untuk mendukung keberlangsungan program Satu Juta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di tengah pandemi Covid-19.

Kedua, kerjasama antara PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp 3,5 triliun. Tujuan investasi ini untuk mendukung keberlangsungan penyediaan transportasi publik yang murah dan terjangkau.

Dengan demikian, sisa anggaran pemberian investasi kepada BUMN dalam program PEN yakni sebesar Rp 15,49 triliun. Sehingga, secara umum, total realisasi program pembiayaan korporasi dalam program PEN baru sebesar Rp 6,15 triliun. Angka tersebut setara dengan 9,9% dari pagu sejumlah Rp 62,22 triliun.

Adapun sebelumnya, sebanyak Rp 2 triliun terealisasi untuk belanja imbal jasa penjaminan (IJP) dan stop loss penjaminan. 

Sementara itu, Isa bilang, untuk pembiayaan korporasi berupa dukungan penambahan penyertaan modal negara (PMN) kepada BUMN sebesar Rp 24,07 triliun bakal direalisasikan bulan ini. Harapannya akan membantu BUMN untuk dapat melanjutkan proyek-proyek penugasan yang sedang dikerjakan.

Misalnya kelanjutan proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) untuk ruas-ruas yang sedang berjalan pembangunannya dan pembangunan infrastruktur kawasan Mandalika di Lombok. 

“Dengan terus berjalannya proyek-proyek pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian sekitar proyek melalui penyerapan tenaga kerja maupun dampak ikutan lainnya. Hal ini tentu akan menjadi stimulus tersendiri bagi perekonomian di masa pandemi Covid-19,” papar Isa kepada dikutip dari Kontan.co.id, Selasa (1/12).

Di sisi lain, anggaran pembiayaan untuk Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) sebesar Rp 15 triliun akan direalisasikan segera setelah terbentuknya organ LPI yang terdiri dari dewan pengawas dan dewan direktur. 

“Hingga saat ini, Kementerian Keuangan bersama-sama instansi terkait telah menyampaikan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terkait modal awal LPI dan RPP terkait tata kelola LPI kepada Presiden untuk mendapat penetapan,” pungkas Isa.