Liarnya Digital Art di Era Blockchain Technology

Buku Puisi Itu Dibeli 1 Miliar Rupiah?

Buku Puisi Itu Dibeli 1 Miliar Rupiah?
Denny JA

Oleh Denny JA

DATANGLAH itu era. Zaman yang tak henti memberi kejutan. Zaman dari banyak big bank. Dari banyak dentuman besar.

Sebuah buku puisi yang unik, di Indonesia  dibeli dengan harga satu miliar rupiah!

Itu bukan harga untuk royalti sang pengarang. Juga bukan copy right pengarang yang dibeli penerbit besar. 

Itu adalah harga ketika buku puisi itu diubah dalam bentuk NFT (Non Fungible Token). Teknologi baru membuat buku itu ada dalam bentuk digital, dan bentuk digitalnya bisa dimiliki (ownership) oleh hanya satu pihak.

Kisah di atas belum terjadi. Tapi akan terjadi. Ini masalah waktu saja.

Renungan di atas seketika datang, ketika saya mempelajari datangnya big bang  dunia seni dalam bentuk NFT itu. Tiga peristiwa ini pemantiknya.

Pertama: kisah Jack Dorsey. Tweet pertama di dunia twitter ditulis oleh CEO Twitter Jack Dorsey tanggal 21 Maret 2006. Itulah tweet yang historik, yang pertama mengawali semua keriuhan alam jagat twitter saat ini.

Dulu tweet itu tak punya nilai ekonomi apa-apa. Semua bisa melihat dan mengakses tweet itu di searching aplikasi twitter.

Tiba- tiba datanglah teknologi blockchain. Tweet itu bisa diubah dalam bentuk NFT. Hukum kelangkaan, kepemilikan tunggal atas produk digital bisa diterapkan. 

Ownership atas sebuah tweet bisa diciptakan. Karena itu Ia bisa diperdagangkan. Bisa ditransaksikan.

Dan terjadilah peristiwa itu. Tweet Jack Dorsey dalam bentuk NFT kini laku seharga 2,9 juta USD. Itu equivalen dengan harga sekitar 40 milyar rupiah! (1)

Wow! Sebuah tweet dibeli semahal 40 miliar rupiah?

Kedua, ini pengalaman anak muda usia 20an, Jazmin Boykins. Ia hobi membuat digital art. Selama ini, ia posting digital art itu di internet. Gratis. 

Bagaimana pula menjual digital art kala itu? Dulu, sekali diposting di internet, lukisan itu segera bisa dikopi oleh siapa pun. 

Tiba-tiba datang teknologi blockhain. Kini digital art Jazmin Boykins bisa diubah dalam bentuk NFT. Karya itu bisa dimiliki secara tunggal. Karena itu bisa diperdagangkan.

Maka Jazmin Boykins menjual karyanya Blacksneaker dengan harya 60 ribu USD, atau sekitar 850 juta rupiah. Digital Art yang dulu dunia gratisan saja baginya, kini menjadi ladang komersial. (2)

Ketiga, kisah Beeple. Puncak komersial karya seni NFT kini ada di tangan Beeple. Nama aslinya Mike Winkelmenn, lahir tahun 1981.

Tanggal 21 Maret 2001, melalui lelang Christie, karyanya berjudul Everydays: The First 5000 Days, memecahkan rekor.

Itu lukisan  dari kolase serial 5000 images kreasinya. Pun itu bukanlah ide orsinalnya. 

Ia dipengaruhi artis Inggris Tom Judds, yang membuat kolase images banyak tokoh, mulai dari Jeff Besoz hingga Donald Trump. Ia susun kolase itu secara kronologis.

NFT karya Beeple kini tercatat termahal yang pernah dibeli. Lukisan digital itu laku di harga 69 juta USD.  Itu sekitar satu trilyun rupiah. Ia dibeli oleh Vignes Sundaresan, seorang programer berbasis di Singapura. (3)

Satu triliun rupiah untuk lukisan digital NFT!

Amboi. Kini, segala hal bisa di-NFT- kan. Mulai dari teks seperti tweet, lukisan, kartu, hingga video.

-000-

Apa itu NFT?  Apa itu blockchain technology?

Di tahun 2009, seorang bernama Satashi Nakamoto menciptakan uang digital pertama, Cryptocurrency, Bitcoin.

Hingga kini, tak ada yang tahu persis siapa itu Satashi Nakamoto. Ia tak lagi muncul. 

Tapi Bitcoin, dan blockchain technology yang ikut diciptakannya melahirkan dentuman besar dunia keuangan.

Blockchain technology adalah bentuk teknologi Yang memungkinkan aset digital ditransaksikan antara dua individu (peer to peer), tanpa perlu lagi perantara (decentralized, distributed ledger that records the provenance of a digital asset). (3)

Pihak ketiga tak lagi dibutuhkan agar transaksi dua individu terjadi secara aman, terjamin. Teknologi sudah memungkinkan itu. 

Akibatnya, transaksi dapat berlangsung lebih cepat (tanpa birokrasi), lebih murah (tanpa fee pihak ketiga) dan lebih bebas (tak ada sensor otoritas manapun).

Blockchain menjadi chriptocurrency pertama yang menggunakan blockchain technology. Jika pola desentralized finance ini meluas, maka Bank konvensional perlahan akan lenyap.

Inilah pintu gerbang era transaksi keuangan tak lagi memerlukan perantara. Ini the beginning of ending dari bank konvensional, kartu kredit, the middle man dalam transaksi keuangan.

Bittcoin pun meledak. Heboh. Mengagetkan siapapun di dunia keuangan. Di tahun 2011, harga 1 bitcoin hanya 1 USD. 

Kini tahun 2021, harga 1 bitcoin meledak di USD 55 ribu. Bisnis apakah yang bisa seperti Bitcoin? Dalam 10 tahun harganya berlipat 55 ribu kali?

Siapa pula menduga? Kini Blockchain technologi melanda dunia seni. 

Delapan tahun setelah lahir Bitcoin, di tahun 2017, dua orang bernama Matt Hall dan John Watkinson menerbitkan Cryptopunks. Ini termasuk digital art pertama menggunakan teknologi blockchain.

Bahasa teknis untuk blokchain di dunia teknologi disebut NFT (Non Fungible Token). 

Bittcoin adalah Fungible token. Satu bitcoin bisa ditukar dengan satu bitcoin lain. Tapi satu karya seni tak bisa sepadan ditukar dengan satu karya seni lain. Karena itu ia disebut Non-Fungible.

NFT menjadi pilihan baru bagi mereka yang ingin mengkomersialkan aset digitalnya. 

Histeria dunia seni terjadi. Panen raya aset digital datang dibawa oleh revolusi teknologi blockchain.

-000-

Tapi karya seni apa saja yang bisa laku di-NFT-kan? Benarkah satu buku puisi yang historik bisa dibeli satu milyar rupiah?

Karya seni ketika jatuh ke tangan pedagang dan kolektor, Ia selalu menjadi gabungan antara nilai seni dan spekulasi. Harga acap tak terduga.

Kelangkaan, scarcity. Keunikan. Peristiwa historik. Kepemilikan oleh selebrity. Nilai seni.  Semua itu memiliki nilai yang bisa dikomersialkan. Semua tergantung narasi.

Bitcoin, crytocurrency, dalam 10 tahun dapat membuat asetnya berlipat 55 ribu kali! Siapa dapat menduga berlipatnya nilai komersial karya seni di era blockchain technology?

Tapi apa saja contoh yang bisa di- NFT-kan? Jelaslah semua karya seni bisa. Bisa di-NFT-kan pula dokumen digital yang unik, historik.

Seorang dekat yang mendalami NFT, menyentak saya. Tiga aset yang kini sudah saya punya, menurutnya, segera bisa di-NFT-kan, karena ia memiliki potensi dikomersialkan.

Salah satunya: tweet saya yang mendapatkan World Golden Tweet NO 2 tahun 2014. Ini juga masuk dalam the world 20 tweet most retweeted in history. (6)

Ini sebenarnya tweet kampanye ketika era pilpres 2014, saya ikut memenangkan Jokowi-JK. 

Tapi justru itu nilai utamanya. Ia tak hanya dokumen event sepenting pilpres di sebuah negara muslim terbesar. Tapi itu tweet yang di REtweet hampir sejuta kali. Dan tweet itu beberapa kali dapat penghargaan dunia.

“Yang penting narasinya,” ujar orang dekat ini.

Juga dokumen World Guiness Book of Record ketika saya dan teman-teman memecahkan rekor dunia pendidikan politik.

Penghargaan itu diberikan satu hari sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia, tahun 2018.

Saat itu kami prihatin dengan menurunnya daya terima publik atas Pancasila. Sementara fundamentalisme agama di Indonesia meningkat.

Sayapun mencanangkan pelatihan 1000 juru bicara Pancasila di seluruh provinsi Indonesia.

Pembukaan pendidikan politik itu ditandai dengan pecahnya rekor dunia pendidikan politik versi Guiness Book of Record. (7)

Peristiwa ini pun dianggap unik dan historik. Ia juga bisa di-NFT-kan. “Kan, yang penting narasinya,” ujar orang dekat ini meyakinkan.

Dan  juga buku puisi saya yang itu, bisa di-NFT-kan. Itu adalah percikan dari buku puisi esai yang pertama: Atas Nama Cinta. Satu cuplik dari buku itu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Judulnya Saputangan Fang Yin. Ini kisah gadis Tionghoa yang mengalami kekerasan seksual dalam huru hara 1998. Lalu Fang Yin putus asa pergi meninggalkan Indonesia.

Fang Yin bersumpah tak akan pernah kembali ke Indonesia. Itu negeri yang membiarkannya diperkosa, hanya karena Ia orang Tionghoa.

Tapi kemudian. Dilihatnya Indonesia berubah. Bahasa mandarin masuk TV. Barongsai dipentaskan di berbagai mall. Juga mulai ada menteri Indonesia keturunan Tionghoa.

Melalui perang batin, Ia teringat pesan kakeknya. Bahwa kita orang Tionghoa ikut berjuang ketika Indonesia merdeka. “Gedung Sumpah Pemuda itu milik buyutmu, orang Tionghoa,” pesan kakek.

Ia pun kembali ke Indonesia. “Di sana aku dilahirkan. Di sana pula, aku ingin dikuburkan.” Ujar Fang Yin.

Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, buku puisi itu berjudul Fang Yin’ Handkerchief. Beberapa hari di bulan Juli 2015, buku itu masuk dalam rangking 1 best seller buku sastra dari online terbesar dunia: Amazon. (8)

Peristiwa ini dianggap unik dan langka. Saputangan Fang Yin juga puisi pertama dari genre puisi esai yang kini menjadi gerakan sastra baru. Iapun bernilai untuk di-NFT-kan. “Yang penting narasinya!”

“Berapa nilai jual yang mungkin?” Saya bertanya? Ia menjawab: “Itu kan tergantung para spekulator di pasar lelang NFT!”

“Wow!” Sayapun terpana. Ini memang zaman baru. Perlu pula mental baru. Karena ini zaman terjadi dentuman besar berkali- kali. (*)
 
Maret 2021.

CATATAN

1. Tweet Jack Dorsey dalam bentuk NFT laku 2,9 juta USD (sekitar 40 Milyar rupiah)

www.cnn.com › tech › jack-dor...Web resultsJack Dorsey's first-ever tweet sold as an NFT for ...

2. Kisah anak muda yang selama ini lukisan digitalnya gratis, ketika Ia ubah dalam bentuk NFT, lukisannya laku 60 ribu USD (850 juta)

https://time.com/5947720/nft-art/

3. NFT paling komersial karya Beeple seharga 69 juta USD (sekitar 1 Trilyun rupiah).

www.theverge.comWeb resultsBeeple sold an NFT for $69 million


4. Lahirnya Bitcoin, bisnis pertama yang menggunakan blockchain technology

www.icaew.com › what-is-blockchainHistory of blockchain | Technology | ICAEW

5. Lahirnya Cryptopunks, generasi digital art pertama yang menggunakan blockchain technology

www.larvalabs.com › cryptopunksCryptoPunks - Larva Labs

6. Tweet Denny JA peroleh the World No 2 Golden Tweet tahun 2014. 

https://www.google.co.id/amp/s/beritagar.id/artikel-amp/berita/golden-tweets-2014-dari-ellen-degeneres-sampai-denny-ja-17339

7. Pecahnya rekor dunia bidang pendidikan politik versi Guiness World Records oleh Denny JA dkk

https://www.guinnessworldrecords.com/world-records/372027-largest-politics-lesson

8. Fang Yin’s Handkerchief, buku puisi Denny JA tercatat best seller di Amazon.com, mengawali gerakan puisi esai https://m.merdeka.com/peristiwa/sapu-tangan-fang-yin-masuk-best-seller-amazoncom.html