Buku 'Ja Sam Amelija' - 'Saya Amelia'

Buku 'Ja Sam Amelija' - 'Saya Amelia'
Padna Budi Utami

Oleh: Patna Budi Utami

BEGITU senang rasanya di masa kita harus selalu berada di rumah seperti sekarang, tiba-tiba mendapat kiriman buku. Kali ini buku dikirim oleh Ibu Amelia Yani, putri Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani.

Buku karya beliau diberi judul dalam bahasa Bosnia 'Ja Sam Amelija' atau artinya 'Saya Amelia' dan baru saja diluncurkan. Dengan menggunakan teks dua bahasa, Indonesia dan Inggris, buku setebal 274 halaman full color itu menceritakan hampir seluruh bagian hidupnya.

Ibu Amelia memulai dengan menceritakan kelahirannya di pengungsian Desa Bagongan, Magelang, Jawa Tengah, pada masa revolusi. Kemudian, ia mengungkap masa-masa kecil yang indah di Jakarta disusul peristiwa memilukan ketika ditembaknya sang ayah, Jenderal Ahmad Yani, dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965. 

Peristiwa itu membuatnya menderita luka batin berkepanjangan. Betapa tidak, seperti yang pernah ia ungkapkan kepada saya dalam wawancara di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, malam itu ia menyaksikan tubuh sang ayah tercinta diseret dari dalam rumah dan dilemparkan ke dalam truk.

Masa sekolah dan tinggal di luar negeri, lalu setamat sekolah kembali ke Indonesia dan memilih hidup sebagai petani di desa terpencil di DIY bersama putra semata wayangnya, Dimas, juga disampaikan dengan lengkap.

Bagian lainnya mengungkap aktivitasnya sebagai Duta Besar Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Bosnia dan Herzegovina sepanjang 2016-2020. Selama bertugas, ia begitu bahagia meski aktivitasnya sangat padat. Mulai dari tugas bertemu presiden dan pejabat negara setempat, aktivitas sesama dubes, menggelar acara untuk negeri sendiri, mengundang para pengusaha Bosnia untuk datang ke Indonesia, menjalin kerja sama perdagangan, mempromosikan produk-produk Tanah Air tercinta, hingga menggalang kerja sama bidang pendidikan antara beberapa perguruan tinggi Bosnia dan Indonesia.

Di tengah kesibukannya ia pun masih menyempatkan diri mengunjungi WNI yang bermukim di negeri itu. Bahkan undangan dari warga Bosnia yang ia kenal, tak pernah dilewatkannya. Aktivitasnya untuk negeri tercinta itulah yang kemudian secara perlahan menyembuhkan luka batinnya.

Dalam buku 'Ja Sam Amelija' terlihat beberapa foto hasil jepretan saya, yang tentu saja membuat saya bangga. Di halaman 263 terpasang pula foto ketika kami mengunjungi Ambassadors Alley, tempat Ibu Amelia menanam pohon Linden bersama ambassador lainnya, tak jauh dari pusat Kota Sarajevo.

'Ja Sam Amelija' bukan buku pertama yang ditulis oleh Ibu Amelia. Sebelumnya ia telah menulis sejumlah buku lainnya. Setelah 'Ja Sam Amelija', tentu saja masih akan ada buku lain yang bakal beliau luncurkan.

Terima kasih banyak Ibu Amelia atas kiriman bukunya, keramahtamahan, dan perhatian kepada saya selama ini. Selamat terus berkarya, semoga selalu sehat, makin bahagia, dan sukses...

*Patna Budi Utami, wartawan senior, pernah bekerja di Harian Media Indonesia.