BPBD Sukabumi: 12 Rumah & 2 Orang Hanyut, 85 Hunian Terendam Banjir Bandang

BPBD Sukabumi: 12 Rumah & 2 Orang Hanyut, 85 Hunian Terendam Banjir Bandang
Sebuah mobil terseret arus banjir bandang di Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, (foto Bisnis.com)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyatakan setidaknya12 rumah hanyut dan 85 rumah terendam akibat banjir bandang di Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin (21/9/2020) petang hingga malam. 

"Luapan air Sungai Citarik tersebut berkisar 5 meter hingga 6 meter dan merendam beberapa perkampungan di Kecamatan Cicurug," kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi.

Beberapa kampung yang terdampak banjir yakni Kampung Cipari, Desa Cisaat, Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kampung Belakan Aspol, Kelurahan Cicurug, Kampung Nyangkowek RT 002/007, Desa Mekarsari, Kampung Lio RT 002/005, Desa Mekarsari dan Perum Setiabudi, Desa Bangbayang.

Selain menyebabkan belasan rumah terbawa hanyut air banjir bandang, sejumlah kendaraan baik roda dua maupun empat juga ikut terbawa hanyut, serta dua warga yang merupakan pembuat roti pun ikut menjadi korban dan hingga kini masih dalam pencarian.

Dia menlanjutkan untuk warga yang rumahnya terbawa arus air dan terendam banjir sudah dievakuasi dan diungsikan ke beberapa lokasi seperti ruangan puskesmas pembantu dan rumah warga lainnya yang lebih aman.

Daeng Sutisna juga mengimbau warga untuk tidak mendekat ke lokasi khawatir terjadi banjir susulan mauapun terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk pendataan kerugian dan jumlah warga yang terdampak masih dalam perhitungan.

"Kerugian akibat bencana banjir bandang ini masih dalam pendataan, jika melihat kondisi rumah dan sejumlah kendaraan yang tersapu derasnya arus banjir mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah," tambahnya.

Daeng mengatakan untuk bantuan darurat sudah dikirim ke beberapa lokasi untuk meringankan warga yang terdampak banjir bandang tersebut, bantua itu berupa makanan instan, siap saji dan perlengkapan lainnya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan instansi lainnya seperti TNI dan Polri untuk melakukan pengamanan antisipasi apabila ada oknum yang memanfaatkan bencana dengan mencuri barang milik korban.