Bila Jokowi Masuk Kandang Selebritis

Bila Jokowi Masuk Kandang Selebritis

TAK PERLU iri Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri perkawinan Atta Halilintar dengan Aurel Hermansyah di Hotel Raffles, Jakarta, akhir pekan lalu. Tapi juga tak perlu mempersoalkan banyaknya warga dengan berbagai komentar, kritik, dan nyinyiran terhadap kehadiran R-1 itu. Ini zaman terbuka, semua boleh menentukan pilihan masing-masing, termasuk dalam menghadiri undangan pernikahan.

Yang mengomentari negatif atas kehadiran Presiden Jokowi umumnya mempertanyakan pertimbangan Jokowi hadir. Toh Anang Hermansyah yang punya gawe bukan musisi yang luar biasa? Misalnya tak sekelas Adi MS. Saat dua kali Pilpres juga tak jelas di mana posisi Anang. Agaknya dia ada di seberang Jokowi, karena Anang pernah menjadi DPR-RI dari PAN, pendukung Prabowo. 

Pengantinnya, Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah juga bukan public  figure kenamaan. Atta hanya milyarder muda atas hasilnya sebagai youtuber yang kelewat heboh karena memiliki jutaan follower. Kemewahan pernikahannya menggunakan mobil Mustang seharga Rp 14,5 milyar dan pakaian pengantin yang konon senilai Rp 3 milyar juga tidak mencerminkan keprihatinan terhadap bangsa yang sedang didera berbagai bencana. Jauh dari sikap dan gaya hidup Jokowi sehari-hari.

Apalagi pernikahan itu berlangsung di tengah pandemi Covid-19 yang jauh-jauh hari kita semua diimbau untuk tidak mudik Lebaran. Suatu perilaku yang kontras ditunjukkan Presiden Jokowi. Mestinya imbauan untuk  tidak mudik  segaris dengan sikap dan tindakan untuk tidak menciptakan situasi kumpul-kumpul di satu tempat untuk acara yang tidak terlalu penting. Kita  bekerja saja diminta cukup dengan WFH, seminar, rapat, kuliah, dan sidang di pengadilan pun dilakukan secara online.

Bagi yang menanggapi positif kehadiran Presiden Jokowi pun mempunyai alasan lain lagi. Bahwa Jokowi dan rombongan dalam pesta pernikahan sudah pasti nenerapkan protokol kesehatan yang ketat. Presiden juga mempunyai hasrat yang sama dengan warga yang lain, untuk ketemu banyak artis. Maklum Anang, Ashanty sang istri, Kris Dayanti mantan istri, sepasang pengantin semuanya artis-selebritis. Yang hadir juga banyak artis-selebritis dan pejabat negara.

Saya pun tak merasa iri hati dan cukup berterima kasih dan bahagia saat dua tahun yang lalu punya hajat mantu bungsu saya mendapat kiriman bunga papan ucapan selamat dari Presiden Jokowi. Meskipun semua orang tahu, saya bukanlah siapa-siapa.

Itu semua menandakan kehadiran Jokowi di pernikahan Atta-Aurel  tanpa pamrih. Juga menunjukkan bahwa pergaulan Presiden sangat luas tak terbatas. Lain soal kalau Jokowi hadir ketika masih berpeluang maju lagi ke Pilpres sehingga beliau masih berharap dapat mendulang jutaan suara dari follower Atta dan penggemar para artis selebritis.

Kritik dan nyanyian boleh-boleh saja,  tapi jangan juga menutup hak seorang Presiden untuk bersosialisasi. Sama-sama hak asasi yang dijamin konstitusi. Setelah bekerja keras tak kenal lelah dari proyek ke proyek, sah-sah saja bersama Ibu Negara menemui komunitas yang berbeda. (*)