BI: Kuartal IV 2020 Kegiatan Dunia Usaha Membaik 

BI: Kuartal IV 2020 Kegiatan Dunia Usaha Membaik 
Aktivitas karyawan di salah satu pabrik di Jakarta, Jumat (20/9/2019). (Foto/Bisnis)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Bank Indonesia melaporkan Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan kegiatan dunia usaha membaik pada kuartal IV 2020, meskipun masih dalam fase kontraksi. 

Membaiknya kegiatan dunia usaha tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pada kuartal IV 2020 sebesar -3,90 persen. 

Angkanya membaik dari -5,97 persen pada kuartal III 2020. Baca juga: Relaksasi dari BI Ampuh Tekan NPL Kartu Kredit 
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan, perbaikan kegiatan usaha didorong oleh kinerja sejumlah sektor yang tumbuh positif. 

"Yaitu sektor Pengangkutan dan Komunikasi; Keuangan, Real Estate dan Jasa Perusahaan; Listrik, Gas dan Air Bersih, serta Jasa-jasa," kata Erwin dalam siaran pers, Rabu (13/1/2021) dilansir liputan6. 

Selain sektor di atas, beberapa sektor juga terindikasi membaik, antara lain sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran serta sektor Industri Pengolahan dan sektor Konstruksi. 

Erwin mengemukakan, perbaikan kondisi kegiatan usaha didukung oleh permintaan yang meningkat saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan tahun baru. 
Ketersediaan bahan baku produksi dan peningkatan jumlah pelanggan baru di subsektor listrik pun menjadi katalis bagi kondisi dunia usaha.

Sejalan dengan perkembangan SKDU, survei penggunaan tenaga kerja dan kondisi keuangan dunia usaha membaik pada kuartal IV 2020, dibandingkan kuartal sebelumnya. 

"Sementara itu, kapasitas produksi terpakai mencapai 71,96 persen pada kuartal IV 2020, cenderung stabil dibandingkan dengan capaian pada triwulan sebelumnya," sebut Erwin. 
Sementara pada kuartal I 2021, responden memperkirakan kegiatan usaha akan mencatat kinerja positif dengan SBT sebesar 7,68 persen. 

"Berdasarkan sektor ekonomi, peningkatan diperkirakan terjadi pada seluruh sektor ekonomi, terutama sektor Keuangan, sektor Real Estate dan jasa Perusahaan, serta sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan," pungkas Erwin.