Berkat Pfizer & Moderna, IHSG Ditutup Perkasa ke Level 5.800

Berkat Pfizer & Moderna, IHSG Ditutup Perkasa ke Level 5.800
IHSG

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu(2/12/20) ditutup di zona hijau melesat 1,39% di level 5.804,67 setelah investor merespons kabar positif mengenai vaksin corona Moderna dan Pfizer.

IHSG akhirnya mampu menembus resisten psikologisnya di angka 5.800 dan menjadi penutupan tertinggi pasca ambruk diserang pandemi Covid-19 Maret silam.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 71 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 16,4 triliun. Tercatat 285 saham naik, 188 turun, sisanya 150 stagnan.

Saham yang paling banyak dilego asing hari ini adalah PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan jual bersih sebesar Rp 58 miliar dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 57 miliar.

Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing hari ini adalah PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan beli bersih sebesar Rp 53 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net buy sebesar Rp 69 miliar.

Sentimen penggerak utama pasar modal dalam negeri tentu datang utamanya dari faktor stimulus jumbo AS yang akan kembali dibicarakan dan juga dari kabar dua vaksin corona yakni Pfizer dan Moderna yang penilaian mengenai kesiapan edar vaksin yang dinilai oleh Agensi Obat-obatan Uni Eropa yang bisa saja muncul akhir tahun ini.

Pasar saham global, termasuk Indonesia memang paling suka terhadap berita mengenai vaksin dimana ketika perkembangan vaksin positif maka para pelaku pasar menganggap hidup normal setelah vaksinasi massal akan semakin dekat maka roda perekonomian akan kembali berputar dan akan menguntungkan pasar modal sehingga optimisme membeli saham semakin kuat.

Stimulus jumbo yang akan diperbincangkan Mnuchin dan Pelosi juga akan membawa kabar positif tersendiri bagi bursa saham negara-negara emerging market terutama Indonesia yang masih menjadi primadona untuk kategori ini.

Apabila nantinya stimulus jumbo ini cair maka peredaran dolar AS akan naik sehingga nilainya turun sehingga aset-aset dalam negeri akan menjadi kurang menarik sehingga investor global cenderung mengalihkan dananya ke negara-negara emerging market seperti Indonesia yang akan siap kebanjiran dana asing.