Belanda Restui Pernikahan Sesama Jenis di Keluarga Kerajaan

Belanda Restui Pernikahan Sesama Jenis di Keluarga Kerajaan
Ilustrasi (Foto/AFP)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Perdana Menteri Belanda memperbolehkan anggota keluarga kerajaan dan bangsawan negara itu menikah sesama jenis, tanpa harus melepaskan takhta.

"Pemerintah percaya bahwa ahli waris juga bisa menikahi orang yang berjenis kelamin sama," tulis Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dalam suratnya kepada parlemen, dikutip CNN Indonesia dari Reuters.

"Kabinet karena itu tidak melihat bahwa pewaris takhta atau Raja harus turun tahta jika dia ingin menikahi pasangan yang berjenis kelamin sama."

Pernyataan ini dikatakan Rutte untuk menjawab kontroversi yang terangkat lewat buku Amalia, Duty Calls. 
Buku itu menyebutkan pula undang-undang lama akan kembali muncul untuk melarang pasangan sesama jenis dalam keluarga kerajaan, dikutip dari The Guardian.

Putri Mahkota Belanda, Catharina-Amalia sendiri belum memberikan komentar apa pun terkait masalah ini. Kehidupan pribadi putri mahkota juga masih sedikit diketahui.

Meski demikian, Rutte menyampaikan bahwa ada satu masalah yang masih belum terselesaikan, yakni pernikahan sesama jenis akan mempengaruhi garis keturunan anak dari pasangan kerajaan.

"Itu sangat tergantung pada fakta dan keadaan kasus tertentu, seperti yang Anda lihat dengan melihat kembali bagaimana hukum keluarga dapat berubah dari waktu ke waktu," tulis Rutte kembali.

Tidak seperti pernikahan biasa, pernikahan kerajaan membutuhkan persetujuan parlemen. Anggota keluarga kerajaan Belanda kadang turun dari takhta mereka untuk menikahi seseorang yang tak diizinkan.

Putri Amalia adalah anak tertua dari Raja Willem-Alexander dan akan berusia 18 tahun pada 7 Desember, dikutip dari Euro News. Ia juga menolak tunjangan tahunan senilai €1,6 juta (setara Rp26 miliar) yang menjadi haknya ketika ia berusia 18.

Belanda sendiri melegalkan pernikahan sesama jenis pada 2001.