Beda Hari dalam Memulai Puasa Ramadhan

Beda Hari dalam Memulai Puasa Ramadhan

SUATU ketika, Umm Al-Fadhl binti Al-Harits, yang menetap di Kota Madinah, mengutus Kuraib ke Damaskus, Suriah, untuk menyelesaikan suatu masalah kepada Mu‘awiyah bin Abu Sufyan, penguasa pertama Dinasti Umawiyah. 

Ketika Kuraib tiba di Damaskus, tepat pada saat itu malam Jumat. Karena hilal malam itu telah tampak di kota tersebut, malah Kuraib juga melihatnya dengan mata kepalanya sendiri, maka puasa pertama pada bulan Ramadhan tahun itu pun dimulai pada hari Jumat.

Kemudian, ketika Kuraib tiba kembali di Madinah pada akhir bulan Ramadhan, ia lantas menemui ‘Abdullah bin Al-‘Abbas, seorang sahabat Rasulullah Saw. yang kala itu telah terkenal sebagai pakar tafsir Alquran. 

Selepas mengucapkan salam dan berbagi sapa, Kuraib lantas menceritakan kisah perjalanannya ke Suriah tersebut. Tak lupa ia juga menceritakan perihal hilal yang ia lihat di Damaskus. 

Mendengar tentang hilal, ‘Abdullah bin Al-‘Abbas pun dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Kuraib, “Kapan engkau melihat hilal?”

“Kami melihatnya pada malam Jumat,” jawab Kuraib. 

Karena hilal tampak di Kota Nabi pada malam Sabtu, ‘Abdullah pun bertanya lagi, “Engkau melihatnya sendiri dengan mata telanjang?” tanya ‘Abdullah bin Al-‘Abbas lebih jauh dengan penuh selidik. (*)