Bantu Suaminya Impor Narkoba, Istri El Chapo Mengaku Bersalah

Bantu Suaminya Impor Narkoba, Istri El Chapo Mengaku Bersalah
Emma Coronel Aispuro

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Mantan ratu kecantikan Emma Coronel Aispuro, yang juga istri gembong narkoba, Joaquin Guzman Loera alias El Chapo, mengaku bersalah atas kasus yang menjeratnya. 

Dilansir AFP, Jumat (11/6/2021), Emma Coronel Aispuromengaku bersalah karena membantu suaminya menyelundupkan narkotika ke Amerika Serikat. Karena tindakannya, Emma akan menghadapi hukuman penjara seumur hidup. 

Emma mengakui tiga tuduhan yang diberikan padanya. Selain penyelundupan, tuduhan lain di antaranya perdagangan narkoba dan pencucian uang. Hal ini diakui Emma selama mengikuti perdagangan di pengadilan, Washington.

Dia juga mengaku bersalah sebanyak tiga kali ketika hakim meminta pembelaannya. Nantinya Emma akan divonis pada 15 September.

Perdagangan narkoba membawa hukuman seumur hidup di penjara dan dia menghadapi minimal 15 tahun. Pengakuan bersalah dapat membantu mengurangi hukumannya.

Diketahui, pihak berwenang AS menangkapnya pada Februari di Bandara Internasional Dulles di luar Washington. Dia karena dicurigai membantu dan bersekongkol dengan bisnis penyelundupan narkoba suaminya.

Emma dituduh berkonspirasi untuk memperdagangkan kokain, metamfetamin, heroin, dan mariyuana dalam jumlah besar untuk diimpor ke Amerika Serikat. Suaminya sendiri merupakan pemimpin Kartel Sinaloa, salah satu kelompok penyelundup narkoba paling terkenal di Meksiko.

Dia menjalankan operasi yang mengirimkan ratusan ton narkotika ke Amerika Serikat dan berada di balik banyak pembunuhan terhadap orang-orang yang melewatinya, menurut pengajuan pengadilan.

Kartel Sinaloa mengimpor lebih dari 495 ton kokain, 99 ton heroin, 49 ton metamfetamin dan 99 ton ganja selama 25 tahun, menurut Departemen Kehakiman AS.

Menurut Departemen Kehakiman, Emma mengambil bagian dalam kegiatan kartel dan diduga membantu dalam dua plot untuk membantu Guzman melarikan diri dari penjara Meksiko, termasuk yang pertama berhasil pada tahun 2015 ketika ia melarikan diri melalui terowongan dengan sepeda motor. (Jo)