Aturan Naik KRL Masa PSBB Ketat: Balita Dilarang, Lansia di Luar Jam Sibuk

Aturan Naik KRL Masa PSBB Ketat: Balita Dilarang, Lansia di Luar Jam Sibuk
Sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/7/2020). (ANTARA FOTO)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Sejumlah aturan tambahan disiapkan PT Kereta Commuter Indonesia bagi para pengguna KRL pada masa PSBB ketat di Jakarta yang akan berlaku mulai besok (14/9/2020).

Aturan itu dikhususkan bagi lansia, balita, dan pedagang.

Menurut VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba, orang lanjut usia atau berusia 60 tahun ke atas, setiap harinya hanya dapat menggunakan KRL di luar jam sibuk yaitu pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.

Selain itu para pengguna yang membawa barang sesuai ketentuan, namun ukurannya dapat mengganggu penerapan jaga jarak aman, di KRL hanya dapat naik di luar jam sibuk.

“Sedangkan anak balita untuk sementara masih dilarang naik KRL. Aturan tambahan ini tetap berlaku dan penting untuk selalu diikuti demi kesehatan bersama,” jelasnya, Minggu (13/9/2020)

Merespons PSBB penuh yang kembali berlaku di DKI Jakarta pada 14 September, KRL akan beroperasi pada pukul 04:00 – 21:00 WIB.

Pada masa normal sebelum pandemi, KRL beroperasi pukul 04:00 – 24:00 WIB.

Jam operasi saat ini nanti akan dievaluasi kembali dengan mempertimbangkan kondisi pengguna di masa PSBB.

Dari segi pengguna yang diizinkan berada di dalam tiap kereta, jumlahnya juga masih dibatasi. Sesuai aturan yang berlaku agar kapasitas pengguna hanya 50 persen, KCI membatasi tiap [gerbong] kereta hanya dapat diisi 74 orang.

Jumlah 74 orang ini adalah sekitar 45 perseb dari kapasitas kereta. Pembatasan ini dijaga melalui penyekatan di sejumlah zona antrean yang ada di stasiun.

Untuk menghindari kepadatan, pengguna dapat memantau langsung kondisi real time antrean di stasiun dari aplikasi KRL Access versi terbaru.

Seluruh stasiun KRL yang berjumlah 80, kini telah dilengkapi wastafel tambahan untuk memudahkan pengguna mencuci tangan sebelum dan setelah naik KRL.

Di stasiun dan KRL juga tersedia marka jaga jarak sebagai pedoman posisi pengguna untuk duduk maupun berdiri.

Anne menyebutkan penggunaan masker sudah menjadi kewajiban sejak April lalu. Setiap orang yang berada di dalam lingkungan stasiun maupun di dalam KRL wajib menggunakan masker.

KCI mengajak pengguna untuk menggunakan masker dengan benar.

"Gunakan masker hingga menutup mulut dan hidung dengan sempurna. Gunakan juga masker kain yang terdiri dari sekurang-kurangnya dua lapisan, atau jika memungkinkan dapat juga menggunakan masker sekali pakai untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Anne.

Penggunaan masker sangat penting untuk mencegah droplet yang keluar dari mulut dan hidung saat batuk, bersin, maupun sekadar berbicara.