Astronom: Matahari Bisa Menghanguskan Kehidupan di Bumi

Astronom: Matahari Bisa Menghanguskan Kehidupan di Bumi
Toronto Star

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Astronom menyatakan bahwa matahari bisa menjadi penyebab akhir dari kehidupan di bumi. Pusat tata surya itu suatu hari akan berkembang menjadi raksasa merah dan mendidihkan Bumi menjadi planet batu tak bernyawa.

Matahari bisa dibilang merupakan detak jantung tata surya, menyuguhkan bumi dan manusia dengan energinya selama 4,5 miliar tahun terakhir. Akan tetapi, matahari juga akan menjadi sumber malapetaka besar bagi kehidupan manusia.

Saat matahari terbakar tanpa jeda, benda angkasa itu mengalami siklus fusi nuklir yang berkelanjutan, menggabungkan atom hidrogen yang lebih kecil untuk membentuk atom helium yang lebih besar.

Dilansir dari Express UK, Selasa (19/1/2021) proses tersebut akan melepaskan sejumlah besar energi yang dapat mencapai planet bumi dalam bentuk cahaya dan memiliki tingkat panas yang tinggi.

Menurut badan antariksa Amerika Serikat, NASA, kehangatan matahari telah memungkinkan kehidupan di bumi dan merupakan sumber energi penting bagi banyak organisme. Tapi matahari yang berumur sekitar 4,6 miliar tahun sudah setelah jalan dari siklus hidupnya.

Saat matahari terus melakukan proses pembakaran melalui cadangan bahan bakarnya, suatu hari matahari akan habis dan melalui proses yang kemungkinan besar akan membuat dunia tempat tinggal manusia tidak dapat dihuni.

Para astronom memperkirakan matahari suatu hari akan berubah menjadi raksasa merah atau bintang yang sekarat pada tahapan akhir evolusi bintangnya. Pada titik ini, matahari akan kehabisan hidrogen dan gaya gravitasi dalam bintang akan mengatasi tekanan luar.

Akibatnya, matahari akan mulai mengembang dan mendingan seperti balon yang mengembang. NASA memperkirakan raksasa merah itu akan sekitar 2.000 kali lebih terang nantinya dibandingkan dengan matahari yang sekarang.

Selain itu, yang lebih mengkhawatirkan adalah bintang yang mengembang kemungkinan akan menyelimuti kelompok planet dalam seperti Merkurius dan Venus. Dan kendati Bumi tetap ada di luar jangkauan, panasnya akan cukup kuat untuk menghanguskan planet ini.

Kelly Whitt dari EarthSky.org mengatakan air dan atmosfer planet bumi akan mendidih, tidak menyisakan apa pun selain batu hangus dan tak bernyawa. Mars akan membutuhkan beberapa saat untuk memanas, tapi pada akhirnya planet itu berada di luar zona layak huni bagi manusia.

"Pada saat itu, bulan-bulan dari planet luar - seperti Jupiter dan Saturnus - akan menjadi satu-satunya tempat tersisa di tata surya untuk koloni manusia," katanya.

Namun demikian, hal tersebut hanya akan menjadi solusi sementara karena gaya gravitasi raksasa merah di tata surya akan jauh lebih lemah daripada matahari. Akibatnya, orbit bintang yang ditetapkan planet bisa terganggu.

Fase ini bisa berlangsung selama satu miliar tahun sampai matahari melepaskan selubung gas dan membentuk apa yang disebut nebula planet. Bahkan tahap ini akan terjadi dengan gas bintang menghilang ke angkasa dan meninggalkan inti bintang saja.

Kabar baiknya, tidak satupun dari ini diharapkan terjadi dalam kehidupan kita. Lantaran matahari baru setengah siklus, benda itu tidak akan memasuki kematiannya selama lima miliar tahun atau lebih.

"Bintang seperti matahari kita terbakar selama sekitar sembilan atau sepuluh miliar tahun. Jadi matahari kita baru setelah jalan hidupnya. Jangan khawatir, masih ada sekitar lima miliar tahun lagi," kata NASA.

Namun, tidak ada jaminan bahwa manusia akan tetap berada di bumi sejauh waktu tersebut. Planet telah mengalami kepunahan massal sebelumnya dan mungkin beberapa ancaman kosmik lain akan memusnahkan kehidupan di Bumi jutaan tahun dari sekarang.