AstraZeneca Diizinkan Lanjutkan Uji Klinis Vaksin Covid-19 di AS

AstraZeneca Diizinkan Lanjutkan Uji Klinis Vaksin Covid-19 di AS
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (foto Tempo.id)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Otoritas Amerika Serikat (AS) telah mengizinkan AstraZeneca bisa memulai kembali uji klinis Vaksin Covid-19 pads Jumat kemarin. Mereka menyatakan telah mengantongi izin per Kamis, seperti halnya juga bagi Johnson & Johnson yang sudah bersiap memulai lagi uji klinisnya di negara yang sama per Senin atau Selasa pekan depan.

Uji klinis vaksin Covid-19 dari keduanya diputuskan dihentikan setelah temuan kasus relawan masing-masing berturut-turut pada 6 September dan 12 Oktober lalu.

Amerika Serikat, untuk vaksin AstraZeneca, adalah yang terakhir memberikan izin untuk uji klinis itu bisa disambung lagi ketimbang negara-negara lain yang menjadi lokasi uji coba vaksin tersebut.

Di Amerika Serikat pula, izin-izin itu diberikan tepat sepuluh hari menjelang pemilihan presiden di negara itu. Seperti diketahui AstraZeneca dan J & J termasuk yang telah meneken kontrak penyediaan vaksin di Amerika Serikat. Sejumlah negara, seperti diketahui, telah berlomba memesan vaksin Covid-19 di tengah pandemi yang telah menginjak usia hampir sembilan bulan ini.

Sebagian pejabat dan ahli menunjukkan kekhawatiran bahwa persetujuan diberikan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) di bawah tekanan politik. Selain sekitar 25 persen warga Amerika Serikat yang telah menyatakan ragu menjalani vaksinasi.

“Seiring uji klinis itu berjalan lagi, saya berharap dikomunikasikan kepada publik kalau prosedur sudah diikuti menurut standar etika tertinggi dan tidak ada yang mencampuri proses regulasi FDA," kata Matthew Hepburn, kepala pengembangan vaksin dalam Operation Warp Speed, sebuah kemitraan publik-swasta untuk mempercepat upaya-upaya inokulasi, Sabtu (24/10/2020).

AstraZeneca sendiri kembali menegaskan kalau dalam sebuah uji klinis skala besar kasus relawan jatuh sakit sangat mungkin terjadi. Meski begitu mereka juga menekankan bahwa FDA telah mengkaji ulang seluruh data keselamatan dari uji yang dilakukan AstraZeneca di global dan menyimpulkan aman untuk melanjutkannya kembali.