AS Ketar Ketir Rusia Kirm Satelit Kanopus-V ke Iran

AS Ketar Ketir Rusia Kirm Satelit Kanopus-V ke Iran
Ilustrasi satelit (pixabay)

WASHINGTON, SENAYANPOST.com - Rusia akan mengirimkan satelit canggih ke Iran yang akan sangat meningkatkan kemampuan mata-matanya. Hal ini membuat AS khawatir. 

Moskwa sedang bersiap untuk memberi Iran satelit Kanopus-V dengan sistem kamera resolusi tinggi, menurut laporan The Washington Post pada Kamis (10/6/2021). 

Dikutip Kompas.com dari AFP pada Jumat (11/6/2021), pengiriman satelit canggih itu akan memungkinkan republik Islam itu untuk memantau fasilitas musuh-musuhnya di Timur Tengah, kata laporan media itu mengutip pejabat AS dan Timur Tengah. 

Laporan pengiriman satelit Kanopus-V terjadi hanya beberapa hari sebelum Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Presiden AS Joe Biden, pada 16 Juni mendatang di Switzerland, yang merupakan perjalanan luar negeri pertama Biden setelah menjabat. 

Diperkirakan laporan pengiriman satelit tersebut akan menambah panjang daftar keluhan AS ke Rusia menjelang pertemuan, mulai soal campur tangan pemilu hingga peretasan besar-besaran. 

Para pejabat mengatakan peluncuran satelit Kanopus-V bisa terjadi dalam beberapa bulan, dan merupakan hasil dari beberapa perjalanan para pemimpin elit Pengawal Revolusi Iran di Rusia.

Satelit itu akan diluncurkan di Rusia dan berisi perangkat keras buatan Rusia, menurut rincian yang dibagikan oleh para pejabat AS dan Timur Tengah. 

Meskipun kemampuan satelit Kanopus-V tidak seperti milik Amerika, Iran dapat "menugaskan" satelit baru itu dengan memata-matai lokasi tertentu. 

Ada kekhawatiran bahwa Iran akan membagikan citra hasil kerja saltelit Kanopus-V ke proksinya di Yaman, Irak dan Lebanon, kata seorang pejabat, selain mengkhawatirkan tentang pengembangan rudal balistik dan drone Iran. 

Pihak Rusia telah membantu kru darat yang akan mengoperasikan satelit Kanopus-V dari situs baru di dekat kota Karaj di Iran utara, menurut laporan The Washington Post. 

Bantuan Rusia itu dapat memungkinkan Teheran memantau Teluk Persia, pangkalan Israel, dan kehadiran pasukan Amerika di Irak. 

Detail pengadaan satelit Kanopus-V antara Rusia dan Iran juga dikhawatirkan akan mempengaruhi negosiasi kesepakatan nuklir internasional, di mana AS berencana akan bergabung kembali dan Iran kembali mematuhi aturan. 

Kesepakatan nuklir internasional 2015 telah terabaikan sejak AS menarik diri pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi, yang justru membuat Teheran meningkatkan kegiatan nuklirnya yang telah lama dibatasi oleh kesepakatan itu. (MU)