Apple Divonis Bayar Rp7,3 Triliun, Langgar Hak Paten VPN

Apple Divonis Bayar Rp7,3 Triliun, Langgar Hak Paten VPN
ilustrasi logo perusahaan Apple (foto CNNIndonesia)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Terbukti melanggar hak paten teknologi jaringan pribadi virtual (VPN/Virtual Private Network) milik perusahaan keamanan perangkat lunak, VirnetX, Pengadilan di Texas, Amerika Serikat pada Jumat (30/10/2020) memvonis Apple denda sejumlah 503 juta dolar AS atau sekitar Rp7,3 triliun.

Menurut dokumen pengadilan, pertarungan hukum antara Apple dan VirnetX yang berbasis di Nevada melibatkan keamanan transmisi data di perangkat Apple seperti iPhone, iPad, dan iPod Touch.

"Kami berterima kasih kepada juri atas waktu mereka dan menghargai pertimbangan mereka, tapi (kami) kecewa dengan putusan dan berencana untuk mengajukan banding," kata Apple menjawab pertanyaan dari AFP.

"Kasus ini telah berlangsung selama lebih dari satu dasawarsa, dengan paten yang tidak terkait dengan operasi inti produk kami, dan telah ditemukan tidak valid oleh kantor paten," lanjutnya.

Dalam gugatannya, VirnetX berpendapat bahwa fungsi VPN On Demand Apple menggunakan teknologinya yang telah dipatenkan.

VirnetX memang berbasis di Nevada, tapi gugatan paten biasanya diajukan di negara bagian yang jurinya lebih berpihak pada gugatan-gugatan melawan raksasa Silicon Valley.

Dilansir AFP, Apple telah menentang keabsahan paten VirnetX.

Menurut laporan Dallas Morning News juri memutuskan Apple bersalah dengan pertimbangan VirnetX belum bisa mengembangkan perangkat lunaknya sendiri karena mengandalkan royalti paten sebagai sumber pendapatannya.

"Kasus seperti ini hanya akan melumpuhkan inovasi dan merugikan konsumen," kata Apple.

Sementara itu, VirnetX tidak membalas permintaan komentar. (ws)