Catatan dari Senayan

Ancaman Bertabur Covid di PON Papua

Ancaman Bertabur Covid di PON Papua
PON Papua 2021

JAUH sebelum PON XX Papua digelar, sejumlah epidemolog sudah wanti-wanti agar pesta olahraga senegara itu tak melahirkan klaster baru. Maka tak boleh satu pun yang ada di semua lokasi PON terindikasi terpapar Covid-19. Apakah itu pekerja, panitia, atlet, ofisial, penonton, undangan, dan semua saja yang hadir di arena. Faktanya, gelaran PON belum usai, data sampai 9 Oktober sudah tercatat sedikitnya 58 atlet dan oficial terpapar Covid-19.

Jumlah itu  kemungkinan besar bisa lebih daat ini mauoun daat penutupan P tidak melapor. Diduga kuat munculnya klaster baru itu pada Pembukaan PON yang berlangsung gegap gempita. Stadion Lukas Enembe penuh oleh penonton yang datang tanpa menaati prokes. Panitia PON tampaknya tak melakukan penyaringan secara ketat. 

Juru bicara Satgas Covid-19  Papua Silawanus Sumule mengakui bahwa pada saat pembukaan acara PON) XX Papua, pihaknya telah mengendurkan protokol kesehatan. Hal tersebut,  katanya,  lantaran, atmosfer masyarakat Papua yang begitu luar biasa terhadap perhelatan PON. Ada uforia dari masyarakat yang berlebihan.

Apa pun alasannya, kita prihatin dan menyesalkan kebijakan pelonggaran prokes  yang dilakukan panitia PON Papua. Mereka tidak belajar dari penyelenggaraan olimpiade Tokyo sebulan yang lalu. Dengan prokes yang ketat di sana tercatat 300 orang lebih tercatat terpapar Covid-19. Jika ditambah dengan Paraolimpiade di tempat yang sama menjadi 800 orang lebih.  Tujuan untuk kemeriahan penyelenggaraan dan raihan prestasi mestinya tak boleh mengabaikan keselamatan manusianya. 

PON Papua masih tersisa beberapa hari lagi. Yang mesti dilakukan panitia adalah mencegah perluasan klaster. Selain segera menyembuhkan dan mengarantina yang terpapar juga melakukan pencegahan ketat penularan terhadap para atlet yang bertanding dan para ofisialnya. Lebih dari itu mesti menyiapkan acara penutupan PON dengan lebih baik dari sisi prokesnya. Uforia warga tak boleh melupakan  keselamatan. Jangan sampai tujuan PON bertabur prestasi berubah menjadi bertabur Covid. 

Kasus klaster Covid-19 ini hendaknya bisa diambil pelajaran berharga buat semuanya. Setiap even yang berpotensi membuat kerumunan besar hendaknya diperketat perizinan dan pengawasannya. Kebijakan PPKM secara nasional sampai saat ini masih sangat relevan diterapkan sesuai kondisi dan level di daerah masing-masing. Kita belum lepas dari ancaman merebaknya pandemi Covid-19.