Ali Kabiay: OPM Sudah Punah, yang Ada Tinggal KKB di Pegunungan

Ali Kabiay: OPM Sudah Punah, yang Ada Tinggal KKB di Pegunungan

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Tokoh pemuda Papua Ali Kabiay memberikan pemahaman tentang diksi Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Berikut ini wawancara Ali Kabiay dengan Tim Satgas Menangkawi dan media, di Papua, Kamis (1/4/2021):

Bagaimana keadaan sebenarnya di Papua?

Jika menengok beberapa tahun lalu, pergerakan dan perjuangan Papua merdeka dan yang paling eksis melawan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah OPM.

Awalnya, OPM menjangkiti pemikiran warga-warga di sepanjang pantai atau pesisir Papua.

Bagaimana sebenarnya awal pergerakan OPM?

OPM itu lahir dari gerakan spiritual bawah tanah dengan cara kekerasan. Jadi ceritanya bermula dari tahun 1963. Saat itu ada Aser Demotekay yang merupakan mantan Kepala Distrik Demta, Kabupaten Jayapura. 

Kemudian muncul juga gerakan pro-kemerdekaan Papua di Manokwari pada 1964, tokohnya adalah Terianus Aronggear yang selanjutnya dikenal sebagai Organisasi Papua Merdeka atau OPM hingga saat ini. 

Selanjutnya, nama OPM semakin dikenal lewat pemberontakan bersenjata kelompok Permenas Ferry Awom di Manokwari pada tahun 1965. 

Masyarakat Papua sebelah mana yang lebih tertarik dengan gerakan OPM?

Seiring berjalannya waktu dan banyaknya pergolakan OPM pada waktu itu, orang Papua bagian pantai yang lebih banyak mengikuti aksi OPM. Orang-orang pantai dibanding orang pegunungan, lebih aktif dalam melakukan perlawanan terhadap NKRI dengan aksi-aksinya.

Menghadapi perlawanan masyarakat Papua pantai ini, pemerintah lebih mengedepankan pendekatan humanis. Pemerintah lebih memperhatikan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. 

Apakah pendekatan itu dirasakan masyarakat Papua pantai?

Jelas dirasakan. Buktinya telah banyak anak-anak Papua pantai yang diberi kesempatan oleh negara untuk bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), mereka ada yang memiliki kesempatan mendapatkan jabatan fungsional.

Anak-anak muda Papua pantai juga mendapatkan kesempatan mengabdi kepada negara melalui TNI-Polri, kesempatan di berbagai bidang olah raga. Pemerintah memberikan kesempatan seluas-luasnya para pemuda Papua belajar dengan beasiswa.

Adanya beasiswa ini, membuat banyak para pemuda Papua yang sukses di berbagai bidang, baik pemerintahan pusat maupun di daerah. Bahkan ada yang sukses di luar negeri dan memberikan kebanggaan bagi negara. Sehinga mereka merasa puas atas perhatian dari pemerintah.

Bagaimana dengan pembangunan infrastruktur?

Harus diakui, pemerintah banyak membangun infrastruktur di Papua. Dan pembangunan itu saat ini bisa dirasakan dan dinikmati masyarakat Papua.

Lantas mengapa OPM masih ada?

Begini. OPM saat ini digerakkan oleh tokoh-tokoh tua. Setelah para tetua mereka meninggal, pada titik inilah OPM akan berada pada posisi sudah tidak ada dan terputus alias sudah punah. 

Masyarakat sadar, gerakan OPM tidak memberikan efek positif pada ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan keberadaan NKRI jelas terlihat, jelas dirasakan berdampak positif. Semua bisa merasakannya. Karena itu, gerakan OPM tidak dilanjutkan oleh penerus keluarga mereka.

Sebagai contoh, Ketua Dewan Adat Presedium Papua saat itu Theys H. Eluay, yang merupakan tokoh perjungan Papua merdeka. Kini anaknya, Yanto Eluay telah mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai anggota DPRD Kabupaten Jayapura dan terus melakukan terobosan bersama pemerintah untuk membangun Papua dalam bingkai NKRI.

Jadi apa sebenarnya yang terjadi?

Ketika negara sudah sangat memberikan perhatian kepada masyarakat Papua, baik itu berupa peningkatan kesejahteraan, kesempatan belajar dan menduduki pemerintahan, yang dulu mereka menyebut dirinya OPM, dengan sendirinya sekarang adalah bagian dari warga negara Indonesia.

Dan bila ada yang masih menyebut diksi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan OPM, mereka adalah bagian penyusupan politik. Bukan murni dari pergerakan TPNPB-OPM, karena sesunggungnya mereka sudah punah.

Saya tegaskan, TPNPB-OPM  itu omong kosong, yang ada sekarang ini hanyalah Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB yang berada di area pegunungan yang jumlahnya juga semakin menyusut. (*)