Alasan Mengapa yang Pernah Positif Covid-19 Harus Tuntaskan Dosis Vaksinasi

Alasan Mengapa yang Pernah Positif Covid-19 Harus Tuntaskan Dosis Vaksinasi
AP Photo

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Orang yang pernah terinfeksi Covid-19 lalu sembuh dan kemudian menerima vaksinasi dosis lengkap, dua kali suntikan, memiliki imunitas lebih tinggi daripada mereka yang tidak pernah tertular virus itu sebelum divaksin. Data dari para pengguna Zoe Covid Symptom Study App di Inggris menunjukkan kecenderungan tersebut.

Data dari orang-orang yang telah dua kali disuntik vaksin Pfizer/BioNTech, setelah sebelumnya pernah terinfeksi Covid-19, memperlihatkan peluang mereka akan kembali terinfeksi berkurang sampai 94 persen. Peluang dihitung dalam rentang enam bulan pascasuntikan dosis yang kedua.

Pada mereka yang sebelumnya tidak pernah tertular SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19, proteksinya sebesar 80 persen dalam periode yang sama.

Tren yang sama untuk data penerima vaksin AstraZeneca/Oxford. Perlindungan yang dimiliki oleh orang-orang yang pernah tertular sebelumnya terdata sebesar 90 persen pascasuntikan dosis vaksin yang kedua. Bandingkan dengan 71 persen untuk mereka, dengan vaksin yang sama, tapi belum pernah tertular infeksi virusnya yang secara alami.

Angka-angka yang ada juga mengindikasikan bahwa terinfeksi Covid-19, tapi tidak menjalani vaksinasi, memberikan proteksi sebesar 65 persen untuk risiko terinfeksi kembali. Perlindungan dari imun tubuh itu masih terlacak sampai 450 hari setelah infeksi.

“Ini benar-benar berita positif untuk seluruh level imun tubuh orang-orang di Inggris dan bahwa banyak orang akan terproteksi secara efektif dan bertahan lama dari Covid-19,” kata Tim Spector dari King’s College London, yang juga ketua tim ilmuwan di Zoe app.

Dia juga menambahkan data-data itu menjadi bukti kuat untuk mendukung kebutuhan distribusi vaksinasi dosis penuh, “Bahkan untuk mereka yang sudah pernah dinyatakan positif Covid-19 dan sembuh.”