Airlangga Ingin Omnibus Law Segera Diselesaikan, 143 Perusahaan Mau Relokasi ke RI

Airlangga Ingin Omnibus Law Segera Diselesaikan, 143 Perusahaan Mau Relokasi ke RI
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (foto KOmpas.com)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Rencana relokasi 143 perusahaan ke Indonesia. Mereka berasal dari Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan, Hongkong, dan China kembali disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Potensi tenaga kerjanya 300 ribu," kata Airangga dalam acara HSBC Economic Forum secara virtual pada Rabu (16/9/2020).

Untuk menangkap peluang relokasi ini, kata Airlangga, pemerintah menyadari pentingnya meningkatkan iklim investasi di tanah air. Untuk itu, ada empat strategi yang sudah disiapkan pemerintah dan akan dipercepat.

Pertama adalah Rancangan Undang-Undang atau RUU Omnibus Law Cipta Kerja. "Segera selesaikan pembahasan RUU Cipta Kerja dengan DPR," kata dia.

Omnibus Law ini, kata Airlangga, menyasar penciptaan lapagan kerja, kompetensi, kesejahteraan, dan produktivitas para pencari kerja. Kemarin, Airlangga menyebut Omnibus Law ini sudah tahap finalisasi dan mencapai 90 persen.

Kedua, daftar prioritas investasi. Ada beberapa kriteria investasi yang bakal menerima fasilitas atau insentif dari pemerintah. Mereka yaitu investasi orientasi ekspor, substitusi impor, padat karya, padat modal, high tech dan digital.

Ketiga, pembangunan konekstivitas koridor utara Jawa. Saat ini, koridor tersebut menyumbang 38,7 persen ekonomi Indonesia dan 53,56 persen sektor industri di tanah air. Dengan pembangunan ini, koridor ini diharapkan dalam lebih menjadi pengungkit ekonomi Indonesia.

Keempat, pembangunan Superhub. Selain koridor utara Jawa, pemerintah juga telah menetapkan lima potensi Superhub di sejumlah titik.

Kelimanya yaitu Bali Nusa Tenggara, Sulawesi Utara, Batam Bintan Karimun, kawasan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur, dan Segitiga Rebana di Jawa Barat.