Agama Itu Apa Sih ?

Agama Itu Apa Sih ?
Peter F. Gontha

Oleh: Peter F. Gontha

MAAF PAK KIAI, agama itu apa sih?, tanya salah seorang murid KH Ahmad Dahlan, lalu sang Kiai tidak langsung menjawab malah mengambil biola dan memainkan sebuah Simphony dengan begitu piawai, mendayu dan syahdu, murid-murid khusuk mendengarkannya, terasa tenteram dan damai, mereka tak ingin sang Kiai berhenti memainkannya. 

"Itulah agama ",  kata KH Ahmad Dahlan usai memainkan alat musik yang diperolehnya dari seseorang di kapal dalam perjalanan pulangnya dari Mekah. 

Kini beliau meminta salah seorang muridnya memainkan Biola itu, sang murid ragu-ragu, karena tidak pernah menyentuh benda itu, apalagi memainkannya. Tetapi, karena Kiainya mendesaknya, dia berusaha memainkannya juga. Tak ayal, bukan suara merdu yang keluar, tapi gesekan tidak teratur, sumbang dan memekakkan telinga.

"Itu juga agama," kata KH Ahmad Dahlan setelah sang murid menghentikan aksinya,  karena tidak tahan ditertawakan teman-temannya.

Agama itu apa sih?

Sebuah analogi sederhana yang dipakai oleh KH Ahmad Dahlan, dalam usahanya menjelaskan Hakikat sebuah agama kepada para muridnya, bahwa agama itu menenteramkan, menyejukan, mengayomi - bagi mereka yang dapat memahaminya secara benar. Tetapi, ketika tidak dipahami secara benar, maka agama akan terasa hambar, memekakkan, meresahkan, hatinya semakin keras, bahkan sampai pertikaian berdarah.

Di tangan orang-orang tertentu, agama menjadi kendaraan politiknya, memecah belah, memprovokasi, mengadu domba, agama diperalat, dipolitisasi demi nafsu kekuasaannya.

Di tangan kaum Takfiri agama menjadi Horror, bahwa satu-satunya yang paling benar adalah mereka, yang lain kafir. Sedikit-sedikit penistaan agama, tempat ibadah agama lain tidak boleh berdiri. Yang menentang, meskipun seiman, maka halal darahnya.

Terhadap semua agama, bukan agamanya yang salah, tetapi manusianyalah yang salah dalam memahami hakikat agama. Maka, jangan pernah lihat berapa banyaknya dia beribadah, tetapi lihatlah bagaimana dia memperlakukan orang lain.

Berlomba-lombalah kamu berbuat kebaikan, berbuat kebaikan tanpa melihat suku dan agama, itulah orang beragama yang hebat. Hidup rukun damai berdampingan dengan terus menjaga tiang toleransi beragama tetap berdiri tegak, itulah orang beragama yang hebat.

* Peter F Gontha, pengusaha, mantan Duta Besar Indonesia di Polandia.