8 Pasukan Pro-Iran Tewas dalam Serangan Udara Israel di Suriah

8 Pasukan Pro-Iran Tewas dalam Serangan Udara Israel di Suriah
Serangan udara militer Israel mengenai target kelompok bersenjata di Suriah (Foto/teleSUREnglish)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Sebanyak delapan pasukan pro-Iran tewas dalam serangan udara yang diluncurkan Israel ke Suriah, Selasa malam (23/11/2020).

Lembaga pemantau Syrian Observatory for Human Rights mengatakan serangan di dekat ibu kota Damaskus itu menargetkan gudang senjata dan basis pasukan pendukung Iran dan Hizbullah.

"Tetapi kewarganegaraan para milisi yang tewas tidak diketahui," kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia itu, Rabu (25/11) seperti dikutip CNN Indonesia dari AFP.

Israel Selasa malam meluncurkan serangan udara terhadap sejumlah fasilitas militer di sebelah selatan Ibu kota Damaskus.

Pemerintah Suriah sebelumnya menyatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, tetapi sejumlah bangunan rusak berat.

Seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Suriah, SANA, yang dikutip Associated Press, sumber angkatan bersenjata Suriah mengatakan jet tempur Israel menyerang jelang tengah malam dari arah Dataran Tinggi Golan.

Pemerintah Suriah menyatakan rudal yang dilepaskan jet tempur Israel menghantam wilayah pedesaan di Provinsi Quneitra. Suriah mengklaim sempat mencoba menangkis serangan rudal itu dengan persenjataan pertahanan udara.

Pekan lalu, Israel juga menyerang sejumlah titik di sepanjang Dataran Tinggi Golan yang mengarah ke Suriah.

Mereka menyatakan serangan itu dilakukan karena diduga milisi yang didukung Iran hendak memasang ranjau di sepanjang jalur itu.

Serangan Israel terhadap Suriah yang menargetkan milisi yang dibantu Iran kerap terjadi.

Pada Oktober lalu, Suriah mengklaim jet tempur Israel juga menyerang sebuah lokasi di Quneitra. Sebanyak tiga orang meninggal dalam kejadian itu.

Israel berhasil merebut dan menduduki Dataran Tinggi Golan dari Suriah dalam Perang Enam Hari pada 1967. Mereka lantas mencaplok daerah itu sampai saat ini, tetapi tidak diakui oleh dunia.

Israel beralasan serangan itu dilakukan untuk menghentikan pergerakan milisi Iran dan Hizbullah dari Libanon, di kawasan perbatasan Suriah.