50 Persen Warteg Terancam Gulung Tikar

50 Persen Warteg Terancam Gulung Tikar
Ilustrasi warteg (Foto/Kompas.com)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Sekitar 50 persen atau 20.000 unit warung tegal (warteg) di Jabodetabek terancam gulung tikar tahun ini.

"Sekarang ini sampai 50 persen yang bakal pulang," kata Ketua Komunitas Warteg Nusatara (Kowantara) Mukroni, Sabtu (23/1/2021).

Menurut Mukroni, pada akhir tahun lalu sudah banyak pemilik warteg yang memutuskan untuk gulung tikar.

"Selama 2020, saya menghitung sekitar 25 persen dari total warteg yang ada di Jabodetabek pulang," lanjutnya dilansir kompas.com.

Namun, jumlah tersebut meningkat tahun ini. Pasalnya, para pemilik warteg harus memperpanjang sewa bangunan di awal tahun ini.

"Ini yang berat, mereka tahun ini harus perpanjang kontrak sewa," kata Mukroni.

Pada sisi lain, omzet warteg hingga kini belum kunjung membaik.

"Selama setahun ini pergerakan ekonomi mereka (pemilik warteg) kurang bagus. Daya beli masyarakat juga hancur karena PHK dan sebagiannya," lanjut dia.

Menurut Mukroni, menurunnya omzet warteg paling parah dirasakan pada November 2020. Namun, kala itu, para pedagang warteg masih bertahan sebab belum harus memperpanjang biaya sewa.

Mukroni menuturkan, pedagang warteg yang pulang kampung akan meneruskan mata pencaharian mereka sebelumnya. Beberapa akan bertani maupun mengurusi tambak yang mereka miliki di kampung halamannya.

Sebagian yang tak memiliki mata pencaharian alternatif terpaksa menganggur.