50 Persen dari 39.000 BUMDes Hanya Tinggal Papan Nama

50 Persen dari 39.000 BUMDes Hanya Tinggal Papan Nama

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengakui sejak ada pengucuran dana desa pada 2015, telah muncul lebih dari 39.000 BUMDes yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun dari jumlah itu, hanya sekitar 50 persen saja yang aktif dan 50 persen lainnya hanya papan nama.

“Data yang ada di kami dari 39.000 BUMDes yang ada saat ini 50 persennya hanya nama saja tanpa ada aktivitas,” kata Bonivasius Prasetya Ichitianto, Ka Biro Humas dan Kerjasama Kemendes PDTT di sela-sela acara Festival Desa Dlingo atau Dlingo Fest, di Yogyakarta, Minggu (29/7/2018).

BUMDes yang mati suri atau hanya pasang nama saja sebagian besar berada di luar Jawa yang secara kemampuan SDM dalam pengelolaan BUMDes masih sangat kurang.

“Mereka bisa membentuk BUMDes namun dalam pengelolaan tidak seperti yang diharapkan,” ujarnya.

Untuk menjembatani kekurangan SDM dalam pengelolaan desa kata Prasetyo maka Kemendes PDTT membentuk Akademi Desa 4.0 sebagai tempat pendidikan dan pelatihan bagi perangkat desa untuk pengembangan BUMDes yang bekerja sama dengan 12 perguruan tinggi di Indonesia.

Baca Juga

“Untuk di Yogyakarta Akademi Desa 4.0 bekerjasama dengan UGM dan pendidikan dan pelatihan bagi perangkat desa di pusatkan di balai besar pelatihan masyarakat yang ada di Kabupaten Slema,” tuturnya.

Lebih jauh Prasetya mengatakan, semenjak dana desa dikucurkan pada 2015 hingga 2017 saat ini sebanyak 791.258 desa menerima dana desa dengan rata-rata mencapai minimal Rp 800 juta dan pada tahun 2017 dana desa bisa membangun jalan desa mencapai 123.848 kilometer, jembatan 791.258, pasar desa 6.576. (AF)