1.620 Relawan Uji Klinis Vaksin Covid, Badan POM: Tak Ada Efek Samping Serius

1.620 Relawan Uji Klinis Vaksin Covid, Badan POM: Tak Ada Efek Samping Serius

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Direktur Registrasi Obat Badan POM Riska Andalusia mengatakan sebanyak 1.620 relawan uji klinis fase tiga vaksin Covid-19 buatan Sinovac, China, telah menjalani vaksinasi pertama.

Riska Andalusia menambahkan, tidak ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau efek samping yang berat atau serius di antara relawan-relawan vaksin Covid-19.

Hasil dari uji klinis ini, lanjutnya, dapat menjadi data pendukung bagi Badan POM saat mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin covid-19 yang akan diajukan oleh Bio Farma pada saat uji klinis fase tiga sudah berakhir.

"Kami berharap juga, agar kegiatan uji klinis fase tiga ini, dilaksanakan sesuai dengan prinsip Cara Uji Klinis yang Baik (CUKB) dan validitas data dapat dipertanggung  jawabkan," kata Riska, Sabtu (17/10/2020).

Nantinya, hasil dari uji klinis fase tiga yang ada di Bandung akan digabungkan dengan hasil uji klinis fase tiga yang ada di negara lain seperti Brasil, Chili, Turki dan Bangladesh.

"Uji klinis fase tiga ini dilakukan multi center study atau dilakukan di banyak tempat. Dan hasil dari setiap uji klinis di lima negara tersebut, akan digabungkan dan dijadikan dasar sebagai pemberian izin untuk memproduksi vaksin covid-19 di kemudian hari," kata Riska.

Setelah uji klinis fase tiga selesai, vaksin Covid-19 ini akan diproduksi oleh Bio Farma.

Seperti diketahui, pengadaan vaksin Covid-19 untuk Indonesia telah ditetapkan oleh pemerintah sebanyak 170 juta jiwa, atau sekitar 60 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. (Jo)