12 Tenaga Kesehatan di Jabar Meninggal Akibat Covid

12 Tenaga Kesehatan di Jabar Meninggal Akibat Covid
BANDUNG, SENAYANPOST.com - Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Barat mencatat hingga November 2020 ada 12 tenaga kesehatan meninggal akibat Corona COVID-19. 
"Dari Maret sampai Agustus, Jabar tidak ada yang meninggal, tapi yang positif ada. Tapi begitu September-Oktober, kita ada kejadian satu orang yang meninggal di daerah Kabupaten Bekasi. Setelah itu penambahannya sampai sebelas orang dari Oktober-November 2020," kata Ketua PPNI Jabar Wawan Hernawan dikutip detikcom, Selasa (24/11/2020).
Ke-12 nakes tersebut berasal dari Depok dua orang, Kabupaten Bekasi dua orang, Kota Bekasi dua orang, Bandung dua orang, Cirebon dua orang, dan Bogor dua orang.
Wawan mengungkapkan nakes yang meninggal akibat Corona itu mayoritas tidak menangani langsung pasien positif COVID-19. Mereka bertugas di puskesmas atau di rumah sakit bagian pelayanan IGD dan di dalam ruangan.
"Sementara ini memang kebanyakan bukan yang merawat pasien kondisi Covid ya, tetapi mereka yang bekerja di puskesmas, di rumah sakit. Kebanyakan meninggalnya hampir 60 persen bukan karena menangani pasien kondisi Covid, tapi yang ada di ruangan. Baik ruangan IGD maupun ruangan seperti biasanya," ucapnya.
Wawan menjelaskan para nakes tersebut memiliki penyakit komorbid dengan usia yang relatif muda kisaran umur 30-40 tahun. 
Awal mulanya, kebanyakan dari mereka saat menjalani swab test pada Oktober-November dinyatakan positif, kemudian meninggal.
"Ya memang dari pertama kejadian pasien meninggal karena COVID-19 itu mulainya dari Oktober-November. Jadi dua bulan ini hampir dari mereka kebanyakan tiba-tiba masuk di-swab-nya positif. Tidak lama hanya dua hari, meninggal," ujar Wawan.
Faktor yang pengaruhi tenaga kesehatan hingga terpapar, padahal tidak merawat langsung pasien positif COVID-19, diduga karena ketidakjujuran pasien kepada nakes. 
"Mungkin saja ada kesalahan dari faktor-faktor yang bisa saja dari ketidakjujuran pasien atau protokol-protokol yang tidak memadai dari APD dari masker dan sebagainya," katanya.
Wawan pun berharap agar nakes dapat bekerja sesuai dengan protokol kesehatan. 
"Tapi kita juga belum bisa memastikan dan menentukan faktor-faktor apa yang menentukan perawat banyak meninggal di Jawa Barat. Namun nanti dari tim Satgas ini melakukan penelitian dengan Unpad. Sementara ya kita hanya memberikan motivasi, dorongan supaya bekerja sesuai dengan protokol," kata Wawan.
Data PPNI mencatat 432 perawat di Jabar positif COVID-19. Mereka tersebar di 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat. 80 persen di antaranya sudah dinyatakan sembuh, 20 persen lain masih menjalani perawatan di masing-masing daerah.