10 e-commerce Mulai Terapkan PPN 10% Per Hari Ini

10 e-commerce Mulai Terapkan PPN 10% Per Hari Ini
Katadata

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Sebagai tindak lanjut aturan Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) yang disahkan melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 yang melaksanakan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 terkait Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Pemerintah Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19, per hari ini (1/12), harga barang atau jasa digital yang dijual oleh sepuluh perusahaan digital bakal dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10%.

“Jumlah PPN yang harus dibayar pelanggan adalah 10% dari harga sebelum pajak, dan harus dicantumkan pada kuitansi atau invoice yang diterbitkan penjual sebagai bukti pungut PPN,” kata Direktur Pelayanan, Penyuluhan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Hestu Yoga Saksama beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, khusus untuk marketplace yang merupakan Wajib Pajak Dalam Negeri (WP DN) yang ditunjuk sebagai pemungut, maka pemungutan PPN hanya dilakukan atas penjualan barang dan jasa digital oleh penjual luar negeri yang menjual melalui marketplace tersebut. 

Kata Yoga, pihaknya berkomitmen terus mengidentifikasi dan aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan lain yang menjual produk digital luar negeri ke Indonesia untuk melakukan sosialisasi dan mengetahui dari sisi kesiapan. Sehingga diharapkan dalam waktu dekat jumlah pelaku usaha yang ditunjuk sebagai Pemungut PPN produk digital akan terus bertambah. 

Berikut ini 10 perusahaan yang memungut pajak dari konsumen mulai hari ini;

  1. PT Bukalapak.com
  2. PT Tokopedia
  3. PT Ecart Webportal Indonesia (Lazada)
  4. PT Fasihion Eservices Indonesia (Zalora)
  5. PT Global Digital Niaga (Blibli.com), Valve Corporation (Steam)
  6. beIN Sports Asia Pte Limited
  7. Cleverbridge AG Corporation
  8. Hewlett-Packard Enterprise USA
  9. Softlayer Dutch Holdings B.V. (IBM)
  10. Valve Corporation (Steam)